Indonesia Kurang Gizi tapi Suka Buang-buang Makanan

Kompas.com - 21/02/2019, 20:41 WIB
Ilustrasi sampah makanan Evan Lorne/ShutterstockIlustrasi sampah makanan

KOMPAS.com – Ingatkah Anda ketika dimarahi oleh Ibu karena tidak menghabiskan makanan? Atau mungkin hal itu terjadi baru-baru ini saja? Salah satu penjelasan umum yang Ibu berikan adalah Anda tidak menghargai makanan, sementara banyak orang di dunia sedang kelaparan. Nasihat itu benar, tetapi hanya sebagian dari cerita yang sebenarnya.

Seperti yang dipublikasikan dalam Journal of Sustainable Agriculture pada 2012, sebetulnya kita telah memproduksi cukup banyak makanan untuk 10 miliar orang, melebihi populasi dunia saat ini. Namun, menyelesaikan masalah kelaparan tidak akan bisa dilakukan tanpa berhenti membuat sampah makanan.

“Anda bisa mengintensifikasikan produksi makanan secara berkelanjutan, tetapi bila Anda tidak menyelesaikan masalah sampah makanan, intensifikasi yang berkelanjutan ini hanya akan meningkatkan jumlah makanan yang terbuang,” ujar Sean de Cleene, Ketua Ketahanan Pangan World Economic Forum.

Baca juga: 5 Jenis Sampah Terbanyak di Bumi, dari Puntung Rokok hingga Styrofoam

Sayangnya, masalah sampah makanan sangat serius dan kronis. Badan Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) pernah memperkirakan bahwa sepertiga makanan yang diproduksi terbuang atau hilang begitu saja setiap tahunnya. Jika dikonversikan menjadi uang, nilainya sekitar Rp 14 kuadriliun atau 14.000 triliun.

Untuk konteks Indonesia, paradoks kelaparan dan buang-buang makanan ini tergambar dengan jelas dalam laporan oleh Barilla Center for Food & Nutrition pada tahun 2016 dan 2018.

Food Sustainability Index yang dibuat oleh Barilla Center for Food & Nutrition menunjukkan bahwa negara kita peringkat 45 di antara 67 negara jika dilihat presentase jumlah makanan yang hilang dibandingkan yang diproduksi secara domestik.

Indonesia juga mendapat peringkat dua sebagai pembuang makanan terbanyak dari Barilla Center for Food & Nutrition pada 2016. Sekitar 300 kilogram makanan per kapita terbuang setiap tahunnya di Indonesia, hanya kalah dari Arab Saudi yang membuang 427 kilogram per kapita per tahun.

Baca juga: Hari Peduli Sampah Nasional: 5 Fakta Ancaman Nyata Sampah di Indonesia

Padahal, laporan dari organisasi yang sama pada tahun 2018 menyebutkan bahwa Indonesia adalah negara nomor delapan dari segi prevalensi kekurangan gizi di antara 67 negara (Arab Saudi nomor 20).

Menanggapi laporan ini, Anda mungkin beranggapan bahwa makanan kita yang terbuang adalah ulah produsen dan distributor.

Hal ini memang benar. Laporan mereka yang tahun 2016 menjelaskan bahwa di negara-negara berkembang, hilangnya makanan lebih sering terjadi karena infrastruktur dan praktik produksi yang tidak memadai. Tidak adanya truk berpendingin, misalnya, membuat buah dan sayuran terbuang sebelum sampai ke pasaran.

Akan tetapi, sampah makanan pada tingkat konsumen juga tidak main-main. Para peneliti menulis, meskipun kesadaran mengenai masalah sampah makanan konsumen meningkat, hal ini masih menjadi halangan yang signifikan untuk mencapai sistem makanan yang berkelanjutan.

Baca juga: 4 Alternatif yang Bisa Dibeli Online untuk Kurangi Sampah Plastik

Mereka pun mengusulkan beberapa solusi. Salah satunya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat untuk memaksimalkan makanan yang ada. Hal ini bisa dimulai dari program edukasi di sekolah dan perusahaan. Lalu, pemerintah juga dihimbau untuk membuat panduan manajemen makanan di rumah.

Selain itu, pelabelan makanan yang lebih akurat juga dapat mengurangi sampah makan di tingkat konsumen. Penggunaan istilah “Sell by” (dijual sampai), “best by” (terbaik sampai) dan “use by” (gunakan sampai); misalnya, seringkali membuat konsumen kebingungan.

Untuk makanan yang memang harus dibuang, para peneliti mengusulkan untuk melakukan pendekatan sirkular dan memasukkannya kembali dalam rantai produksi. Salah satu contohnya dari produksi biogas dari sampah makanan. Lalu, ada juga ide yang lebih kreatif seperti start up Orange Fiber di Italia yang memproduksi kain dari ampas produksi jus jeruk.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Kita
Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X