Peneliti Ungkap Alasan Kurang Tidur Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Kompas.com - 16/02/2019, 20:05 WIB
Ilustrasi sulit tidur amenic181Ilustrasi sulit tidur

KOMPAS.com - Berdasarkan Pusat Pengendalian dan Pencegahan (CDC), sejumlah penelitian mengaitkan tidak cukup tidur dengan risiko masalah jantung, termasuk tekanan darah tinggi, dan stroke. Namun, alasan biologis yang mendasarinya belum jelas.

Kini sebuah penelitian baru mengungkap mengapa kualitas tidur yang buruk dapat berimbas pada jantung dan pembuluh darah.

Dalam studi baru tersebut, para peneliti mengamati tikus yang secara genetik rentan terhadap aterosklerosis atau pengerasan pembuluh darah karena penumpukan plak.

Kelompok tikus dipecah menjadi dua. Kelompok pertama berisi tikus yang dibiarkan tidur dalam waktu yang cukup, sedangkan kelompok kedua berisi tikus yang ketika tidur 'diganggu' dengan alat yang bergerak secara otomatis melintasi bagian bawah kandang.

Baca juga: Studi Baru: Tidur Kurang dari 6 Jam Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hasilnya, tikus yang kurang tidur tidak mengalami perubahan berat badan atau kadar kolesterol dibandingkan dengan tikus yang cukup tidur. Namun, tikus yang kurang tidur memang memiliki plak yang lebih besar di arteri mereka dan tingkat peradangan yang lebih tinggi di pembuluh darah, bila dibandingkan dengan tikus yang cukup tidur.

Hal ini menurut peneliti disebabkan karena tidur yang tidak nyenyak dapat mengubah kadar hormon hipokretin (juga dikenal sebagai orexin).

Penurunan kadar hipokretin menyebabkan peningkatan kadar protein yang disebut CSF1, yang pada gilirannya meningkatkan produksi peradangan sel darah putih di sumsum tulang. Peradangan inilah berperan dalam mempercepat aterosklerosis itu tadi.

Baca juga: Kerutan di Dahi Bisa Jadi Tanda Adanya Penyakit Jantung

Temuan yang dipublikasikan dalam jurnal Nature, Rabu (13/2/2019) ini menunjukkan bahwa tidur yang cukup dapat melindungi dari aterosklerosis. Sebaliknya kualitas tidur yang kurang membuat kondisi semakin buruk.

Meski begitu, karena studi dilakukan pada tikus, peneliti perlu mempelajari lebih lanjut temuan ini pada manusia.

"Kami telah menemukan bahwa tidur membantu mengatur produksi sel-sel inflamasi serta kesehatan pembuluh darah. Sebaliknya gangguan tidur merusak kontrol produksi sel inflamasi yang mengarah pada lebih banyak peradangan lebih banyak penyakit jantung. Sekarang kita perlu mempelajari lebih lanjut temuan ini," kata Filip Swirski, peneliti dari Massachusetts General Hospital Center for Systems Biology.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X