Kompas.com - 15/02/2019, 14:38 WIB
Informasi tentang adanya gempa megathrust akhir Februari 2019 adalah Hoaks atau kabar bohong. Informasi tentang adanya gempa megathrust akhir Februari 2019 adalah Hoaks atau kabar bohong.

Sumber gempa di Indonesia sangat banyak. Segmentasi megathrust di Indonesia ada lebih dari 16 lokasi, keberadaan sesar aktif lebih dari 295 lokasi.

Artinya gempabumi kapan saja dapat terjadi, berkekuatan besar, menengah, atau kecil.

Namun yang perlu diingat, kita baru dapat menilai potensinya di kawasan tertentu dan belum mampu memprediksi.

"Terkait BMKG merencanakan pemasangan sensor sistem deteksi dini gempa (earthquake early warning system – EEWS), itu merupakan program BMKG yang sudah direncanakan sejak lama, dan menjadikan Sumatra Barat sebagai pilot project, sehingga tidak ada kaitannya dengan isu akan terjadinya gempa megathrust yang akan terjadi dalam waktu dekat," terang Daryono.

Namun demikian masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap ancaman gempa di zona rawan.

Utamanya mereka yang tinggal di dekat sumber gempa aktif yang menurut hasil kajian para ahli harus diwaspadai.

Terkait bahaya gempa, maka bangunan rumah harus didisain kuat untuk menahan guncangan gempa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kemudian berkaitan dengan ancaman tsunami, meskipun BMKG sudah memiliki system monitoring gempa yang baik, sehingga dapat mengeluarkan informasi gempabumi dan peringatan dini dengan cepat, akan lebih baik jika masyarakat memahami konsep evakuasi mandiri.

"Begitu merasakan adanya goncangan gempa yang kuat di daerah pantai sebaiknya langsung melakukan menyelamatkan diri ke tempat-tempat yang lebih aman. Sebaik-baiknya peringatan dini terletak pada kesadaran diri individu masyarakat sendiri," tandasnya.

Baca juga: Meski Tak Bermagnitudo Besar, Ini Alasan Gempa Bandung Terasa Cukup Kuat

Sebelumnya sejumlah media mewartakan bahwa gempa berkekuatan besar diprediksi bakal mengguncang seluruh dunia karena planet Uranus, Mars, Venus, dan Matahari saling tarik menarik dengan Bumi dan berpotensi melepaskan getaran besar.

Artikel tersebut pun mengaitkan dengan proyek pemasangan 50 sensor EEWS dari BMKG di Provinsi Sumatera Barat.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.