NASA: China dan India Sukses Bikin Bumi Makin Hijau

Kompas.com - 14/02/2019, 18:36 WIB
ilustrasi hutan China ilustrasi hutan China

KOMPAS.com - China dan India terkenal sebagai negara dengan udara paling tercemar di dunia. Meski demikian, kedua negara itu berhasil menebusnya dengan membuat Bumi menghijau dan rimbun lagi.

Hal itu dibuktikan oleh Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) dan laporannya telah terbit di jurnal Nature Sustainability.

Berdasar hasil pengamatan citra satelit, kedua negara itu berkontribusi paling besar terhadap penghijauan global.

Sejak pergantian milenium baru, area hijau di Bumi hanya mengalami peningkatan sebesar 5 persen atau sekitar dua juta mil persegi. Area yang sama dengan keseluruhan kawasan hutan hujan Amazon. Namun kini China dan India memperluas area hijau itu.

Baca juga: Polusi Udara di China Bikin Mood Jelek, Ini Buktinya

Ilmuwan NASA mencatat sepertiga peningkatan kawasan hijau di Bumi dilakukan oleh China dan India. Itu semua berkat proyek besar penanaman pohon, selain peningkatan pertanian.

"China dan India menyumbang sepertiga penghijauan Bumi, tapi hanya sembilan persen area lahan Bumi yang tercakup vegetasi - sebuah temuan mengejutkan, mengingat pendapat umum yang mengatakan degradati tanah terjadi di negara padat penduduk akibat eksploitasi berlebihan," kata Chi Chen, penulis utama studi yang merupakan peneliti dari Fakultas Bumi dan Lingkungan, Universitas Boston, seperti dilansir CNN, Rabu (13/2/2019).

Antara 2000 sampai 2017, sensor NASA yang bernama Moderror Resolution Imaging Spectroradiometer (MODIS) mengumpulkan data resolusi tinggi dari permukaan bumi dari dua satelit, Terra dan Aqua.

Citra satelit NASA yang menunjukkan China dan India membuat Bumi makin hijau. Data ini dikumpulkan sejak 2000-2017. Citra satelit NASA yang menunjukkan China dan India membuat Bumi makin hijau. Data ini dikumpulkan sejak 2000-2017.
Dengan menggunakan data MODIS, para ahli dapat mengungkap bahwa China sangat berkontribusi pada peningkatan lahan hijau, yakni 6,6 persen dari luas vegetasi dunia.

Hutan menyumbang 42 persen dari peningkatan penghijauan global itu, sementara lahan pertanian menyumbang 32 persen.

"Kesuksesan China membuat Bumi lebih hijau berkat program konservasi dan perluasan hutan," kata NASA.

Program konservasi itu dibangun untuk memerangi dampak perubahan iklim, polusi udara, dan erosi tanah.

Sementara itu, India membuat kesuksesan yang sedikit lebih tinggi dari China, yakni menyumbang kenaikan 6,8 persen area hijau dengan 82 persen berupa lahan pertanian dan 4,4 persen berupa hutan.

Baik China dan India telah membuktikan bahwa meningkatkan produksi pangan dengan bertani akan membantu membuat Bumi makin hijau.

"Menanam biji-bijian, sayuran, buah, dan lainnya telah meningkatkan penghijauan global sekitar 35 sampai 40 persen sejak 2000. Selain untuk penghijauan, cara ini juga bermanfaat untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan populasi yang besar," kata NASA.

Sempat dikira bukan hasil konservasi

Rama Nemani, salah satu ilmuwan dari Ames Research Center NASA berkata awalnya pihaknya tak menyangka bahwa penghijauan global yang diamati berkat konservasi yang dilakukan China dan India.

"Awalnya kami mengira Bumi semakin hijau karena iklim yang lebih hangat, lebih basah, dan terjadi pemupukan karbon dioksida di atmosfer yang menyebabkan lebih banyak pertumbuhan hijau di hutan utara, misalnya," kata Nemani yang terlibat dalam studi.

"Kini dengan data MODIS kita bisa lebih memahami fenomena pada skala yang sangat kecil, di mana manusia berkontribusi dalam hal ini," imbuhnya.

Menurutnya, hal tersebut akan membantu para ilmuwan membuat prediksi yang lebih baik tentang perilaku yang dapat mengubah Bumi dan pada akhirnya akan mendorong masing-masing negara membuat kebijakan dan langkah tepat.

Baca juga: Studi: Polusi Udara Tingkatkan Risiko Demensia

Meski ada peningkatan area hijau di Bumi, bukan berarti dampak negatif terhadap ekosistem hilang.

"Keuntungan lingkungan hijau yang sebagian besar terjadi di daerah beriklim sedang tidak bisa mengimbangi kerusakan lingkungan akibat hilangnya area hijau pada vegetasi alami tropis seperti Republik Demokratik Kongo, Brasil, dan Indonesia," tulis para ahli.

Jadi, sudah saatnya kita juga mulai bergerak untuk merawat Bumi. Bagaimanapun, ini tugas kita bersama.



Close Ads X