Bukti Pergerakan Awal Organisme Terperangkap di Batu 2,1 Miliar Tahun

Kompas.com - 13/02/2019, 13:36 WIB
Pergerakan awal organisme terperangkap di batu berusia 2,1 miliar tahun. Sebelumnya, bukti jejak tertua semacam ini berasal dari 600 juta tahun yang lalu. Pergerakan awal organisme terperangkap di batu berusia 2,1 miliar tahun. Sebelumnya, bukti jejak tertua semacam ini berasal dari 600 juta tahun yang lalu.


KOMPAS.com - Sekelompok ahli Perancis mengaku telah menemukan bukti pergerakan organisme tertua dalam deposit batuan berumur 2,1 miliar tahun.

Laporan yang dimuat dalam jurnal Proceeding of National Academy of Sciences mengklaim bahwa struktur tabung pada batuan purba di atas merupakan jejak pergerakan organisme multiseluler awal.

Kalau studi ini dikonfirmasi, catatan sejarah mungkin harus diubah. Pasalnya, jejak organisme awal sebelumnya tercatat bermula sekitar 600 tahun lalu. Ini artinya, kehidupan paling awal sudah muncul 1,5 miliar tahun sebelumnya.

Bukti berharga ini ditemukan para ahli Universitas Poitiers, Perancis di Formasi Franceville, Gabon — negara yang terletak di pantai Atlantik di Afrika Tengah.

Baca juga: Misteri Ratusan Struktur Batu Berusia Ribuan Tahun di Sahara

Melansir Newsweek, Selasa (12/2/2019), tim yang sama sebelumnya mengklaim telah menemukan bukti organisme multiseluler paling awal dalam deposit batuan dan laporannya diterbitkan tahun 2014. Namun, bukti tersebut mendapat pro kontra dari beberapa ahli.

Jika bukti baru yang mereka paparkan dikonfirmasi, maka kehidupan multiseluler dan pergerakannya muncul lebih awal dari yang kita duga.

Saat ini, eukariota purba yang terdokumentasi (sekelompok organisme multiseluler) berusia 1,8 miliar tahun. Sementara bukti awal pergerakan organisme tercatat dimulai sekitar 570 juta tahun lalu.

Dalam studinya, para ahli menggunakan analisis kimia, rekonstruksi 3D, dan pemindaian teknologi mikroskop elektron untuk memeriksa struktur di dalam batu yang masih sangat baik meski usianya sangat tua.

Data mereka menyimpulkan bahwa struktur yang diteliti memiliki panjang sekitar 17 centimeter, secara biologis berasal dari untaian lendir yang ditinggalkan organisme ketika berjalan melewati lumpur di ekosistem primitif sekitar 2,1 miliar tahun lalu.

Tim mengatakan, ukuran dan kompleksitas jejak organisme menunjukkan bahwa mereka adalah eukariota multiseluler.

Meski sulit mengetahui wujud asli dan perilaku organisme tersebut, para ahli memprediksi mereka mempunyai karakteristik seperti koloni amuba.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Newsweek
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X