Penelitian Baru Ungkap Kemungkinan Pesawat MH370 Jatuh di Madagaskar

Kompas.com - 01/02/2019, 10:34 WIB
Sebuah mural untuk mengenang tragedi hilangnya Malaysia Airlines MH370 di pinggiran kota Kuala Lumpur, Malaysia. Joshua Paul/APSebuah mural untuk mengenang tragedi hilangnya Malaysia Airlines MH370 di pinggiran kota Kuala Lumpur, Malaysia.

KOMPAS.com - Sebuah penelitian terhadap suara gelombang air bawah laut yang dilakukan di hari ketika pesawat Malaysia Airlines MH370 hilang menunjukkan bahwa kemungkinan jatuhnya pesawat adalah di dekat Madagaskar, bila memang data itu berasal dari pesawat yang hilang.

Para ilmuwan dari Universitas Cardiff di Inggris telah melakukan penelitian mengenai gelombang akustik yang diterima oleh dua stasiun di Lautan Hindia, satu di Cape Leeuwin di Australia Barat dan satu lagi di kawasan Diego Garcia.

Di masing-masing stasiun tersebut, mereka memiliki tiga alat bernama "hydrophones" atauy mikrofon bawah laut yang terus menerus merekam suara gelombang di lautan.

Sinyal dari kedua stasiun akan menunjukkan suara gelombang yang berasal dari objek yang besar, seperti jatunya meteor atau pesawat yang jatuh ke dalam laut.

Baca juga: 10 Misteri Penerbangan Tak Terpecahkan, Dari PD II Sampai MH370

Penelitian sebelumnya yang dilakukan baik oleh Cardiff University dan Curtin University di Australia Barat melihat data sinyal dari Stasiun Cape Leeuwin antara jam 12:00 malam dan dua dinihari pada tanggal 8 Maret 2014, yang diperkirakan adalah waktu dimana pesawat itu jatuh, berdasarkan data satelit dari pesawat.

Namun sekarang dengan adanya pemahaman baru mengenai bagaimana cepatnya gelombang suara bergerak di bawah permukaan laut, para ilmuwan di Cardiff mengkaji gelombang suara dengan rentang waktu lebih lama yaitu dari jam 11 malam tanggal 7 Maret 2014 sampai jam 4 pagi keesokan harinya, dan juga meneliti data dari stasiun yang lebih jauh dari lokasi di Diego Garcia.

"Kami sekarang berhasil mengidentifikasi dua lokasi dimana pesawat itu mungkin jatuh ke laut, dan juga rute alternatif yang diambil oleh pesawat tersebut." kata Dr Usama Kadri dari Cardiff University.

Analisa sebelumnya mengenai gelombang akustik yang diterima oleh stasiun di Australia Barat menunjukkan bahwa lokasi jatuhnya pesawat berada di Lautan India bagian selatan, kawasan yang sudah disisir sebelumnya dalam pencarian MH370.

Namun sinyal dari stasiun Diego Garcia - yang bila memang berasal dari pesawat yang hilang - menunjukkan bahwa lokasi kejadian lebih ke utara lagi dari yang diperkirakan awalnya, dan juga berarti pesawat tersebut mengambil rute yang berbeda dari yang sebelumnya diperkirakan.

Pihak berwenang sebelumnya memperkirakan bahwa lokasi jatuhnya pesawat adalah di wilayah Australia Barat Barat Daya.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X