Cuaca Ekstrem Polar Vortex, Kenapa Hanya Sebagian Amerika yang Beku?

Kompas.com - 31/01/2019, 19:02 WIB

Seorang pria di sepanjang tepi danau saat suhu udara berkisar minus 20 derajat Celsius pada 30 Januari 2019, di Chicago. Seorang pria di sepanjang tepi danau saat suhu udara berkisar minus 20 derajat Celsius pada 30 Januari 2019, di Chicago.

KOMPAS.com — Kalau Anda punya kenalan atau kerabat yang tinggal di Chicago, AS, mungkin mereka akan berkata cuaca di sana sangat dingin.

Ini bukan karena sedang musim dingin, tapi hampir 90 juta penduduk Amerika Serikat sedang menghadapi cuaca ekstrem dengan suhu minus 17 derajat Celsius, mulai dari Midwest sampai New England.

Parahnya, sebanyak 25 juta penduduk mungkin akan merasakan hidup di suhu minus 28 derajat Celsius. Semua ini terjadi akibat fenomena polar vortex atau pusaran kutub.

Menurut laporan USA Today, polar vortex adalah fenomena langka, di mana sebagian pusaran kutub, kumpulan udara di bawah suhu beku yang umumnya berputar di atas kutub utara, turun ke daerah bawah dan mengakibatkan lingkungan di luar Kutub menjadi sangat dingin.

Baca juga: Darurat Global, Suhu Lautan Naik 60 Persen Lebih Cepat dari Perkiraan

Anehnya, suhu dingin hanya menyelimuti kawasan Pantai Timur dan sekitarnya. Sementara kawasan Pantai Barat tetap normal.

Melansir Live Science, Rabu (30/1/2019), kemungkinan ada sejumlah alasan yang membuat kawasan Pacific Norhtwest di Amerika Utara lebih nyaman dibanding kawasan Midwest.

Salah satunya, wilayah itu kerap terhindar dari arus udara Arktik, seperti halnya saat ini.

Alasan terbesar dari perbedaan itu sebenarnya adalah keberadaan pegunungan Rocky di Amerika Utara.

Tyler Hasenstein, seorang ahli meteorologi dari Kantor Prakiraan Layanan Cuaca di Minnesota, rantai pegunungan Rocky yang membelah benua Amerika membentuk semacam penyangga dalam aliran jet, aliran udara yang memainkan peran penting dalam pergerakan pusaran kutub dan menjaga pusaran kutub tetap ada.

Aliran jet merupakan embusan angin berkekuatan 100 kilometer per jam yang hanya terjadi saat cuaca ekstrem. Misalnya, terjadi perbedaan tekanan udara yang sangat ekstrem antara daerah bertekanan udara tinggi dengan daerah bertekanan rendah.

"Itu hanya cara aliran jet diposisikan selama musim dingin yang khas. Gunung-gunung sudah mengganggu aliran jet, sementara itu daerah seperti Great Lake, Minnesota, dan Dakota jauh lebih nyaman," jelasnya.

Tyler melanjutkan, bentang alam yang saling berinteraksi dan arus udara biasanya menyebabkan ledakan udara Arktik ke arah selatan dan timur pegunungan, sehingga membuat sisi Barat tetap normal.

Baca juga: Suhu Jawa 34-37,5 Derajat Celcius, Bukan Berarti Rasanya Sepanas Itu

Sebenarnya, tidak hanya kawasan Amerika Tengah dan Kanada saja yang mengalami efek semacam ini.

"Hal ini juga terjadi di sebagian wilayah Siberia di Rusia, Mongolia, dan beberapa bagian China Utara," katanya.




Close Ads X