Kompas.com - 31/01/2019, 17:41 WIB
Nyamuk Aedes Kompas.com/ERICSSENNyamuk Aedes

KOMPAS.com - Maraknya kasus demam berdarah dengue (DBD) belakangan membuat banyak pihak memutar otak untuk mencegah serangan nyamuk Aedes aegypti.

Selain dengan cara fogging atau pengasapan, dinas dan kementerian terkait menyarankan menggunakan tanaman untuk mencegah datangnya nyamuk pembawa virus dengue.

Dalam beberapa penelitian, tanaman tertentu memang menunjukkan keampuhannya melawan nyamuk. Kompas.com merangkum beberapa tanaman yang ampuh melawan nyamuk Ae.aegypti.

Baca juga: Tips Cegah DBD di Lingkungan Padat Penduduk dan Apartemen

1. Cengkih (Syzygium aromaticum)

Ilustrasi. Ilustrasi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan dari Kasetsart University, Bangkok menemukan bahwa cengkih adalah salah satu tanaman yang bisa mengusir nyamuk Aedes aegypti.

Dalam tabel penelitian mereka, tanaman cengkih menunjukkan perlindungan terhadap Aedes aegypti selama dua jam.

Selain berbentuk tanaman, minyak esensial dari bunga kering cengkih juga menunjukkan bentuk perlindungan terhadap gigitan Ae-aegypti.

2. Kunyit

IlustrasiThinkstockphotos Ilustrasi

Dalam penelitian yang sama, tanaman kunyit (Curcuma aromatica) juga menunjukkan proteksi dari serangan nyamuk. Hanya saja, waktu proteksi dari gigitan Ae.aegypti berlangsung cukup singkat yaitu setengah jam.

Meski begitu, spesies kunyit lain, Curcuma longa sangat ampuh menangkal serangan Aedes albopictus. Diketahui, spesies nyamuk ini juga sering menjadi vektor DBD selain Ae.aegypti.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

9 Kali Gempa Susulan, BMKG Tegaskan Gempa Talaud Bukan Megathrust

9 Kali Gempa Susulan, BMKG Tegaskan Gempa Talaud Bukan Megathrust

Fenomena
Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Gempa Terkini: M 6,1 Guncang Talaud, Ini Catatan Gempa yang Pernah Terjadi di Sulawesi Utara

Fenomena
Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Indonesia Didorong Jadi Lumbung Pangan Dunia Lewat Studi Pertanian

Oh Begitu
Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Sejarah Penemuan Termometer: Penemu dan Perkembangannya

Oh Begitu
Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Bagaimana Bulan Bisa Bersinar Terang di Malam Hari?

Oh Begitu
Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Penyakit Tifus: Penyebab, Gejala, dan Jenis-jenisnya

Kita
Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Kabar Baik, Populasi Jerapah Meningkat 20 Persen, Ini Kata Ilmuwan

Fenomena
[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

[POPULER SAINS]: Penyebab Letusan Gunung Krakatau 1883 | Karbon Purba Mars | Fenomena Aphelion | Gunung Merapi Semburkan Awan Panas

Oh Begitu
Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Hasil Tes Covid dari Alat RT-LAMP BRIN Diklaim Bisa Keluar Kurang dari Satu Jam

Oh Begitu
Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Roket Falcon 9 SpaceX Berhasil Luncurkan 49 Satelit Internet Starlink ke Luar Angkasa

Fenomena
Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Gunung Merapi Semburkan Awan Panas, Waspada Radius 5 KM dari Puncak

Fenomena
Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Penyebab Kanker Limpa dan Faktor Risikonya

Kita
Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Atom yang Mendapatkan atau Melepas Elektron untuk Pembentukan Ion

Prof Cilik
Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Inti Sel: Pengertian, Fungsi, dan Bagian-bagiannya

Kita
Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Matahari akan Terbenam Lebih Lambat di Indonesia Akhir Januari 2022, Ada Apa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.