Akibat Prosedur Medis, Mata Perempuan Ini Seperti Potongan Pizza

Kompas.com - 25/01/2019, 17:35 WIB
Mata yang terlihat seperti potongan pizza Mata yang terlihat seperti potongan pizza

KOMPAS.com - Apa jadinya jika tiba-tiba kornea mata Anda terlihat seperti jari-jari pada roda sepeda atau potongan piza? Tentu hal ini akan sulit dibayangkan.

Tapi, inilah yang terjadi pada seorang perempuan 41 tahun. Bentuk yang terlihat pada kornea mata perempuan itu bukan tato ataupun lensa kontak yang dipakai, melainkan "warisan" prosedur medis yang pernah dijalaninya.

Perempuan tersebut dulu pernah mendapatkan prosedur untuk mengatasi rabun jauh, yaitu radial keratotomy. Prosedur yang pernah populer ini dilakukan dengan membuat sayatan pada kornea untuk membiaskan cahaya agar pasien "sembuh" dari rabun jauh.

Dalam laporan di The New England Journal of Medicine, prosedur ini dilakukan oleh perempuan yang tidak disebutkan namanya itu 23 tahun lalu. Malang baginya, selama dua dekade terakhir, penglihatannya justru makin memburuk.

Baca juga: Teori Baru Bantah Legenda Pandangan Mata Lukisan Mona Lisa

Dr Muralidhar Ramappa, pemimpin penelitian ini dari LV Prasad Eye Institute di Hyderabad, India melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan menemukan bahwa telah terjadi 16 sayatan dalam pola radial di kornea matanya.

"Anda akan membuat irisan radial ini, seperti memotong pizza," ungkap Dr Michael Nejat, dokter mata di Rumah Sakit Universitas Staten Island di New York dikutip dari Live Science, Kamis (24/01/2019).

Menurut Nejat, sayatan tersebut mengasilkan perataan kornea untuk membantu orang dengan rabun jauh bisa melihat lebih baik tanpa kacamata.

Melansir dari Science Alert, Jumat (25/01/2019), prosedur ini dipelopori ahli bedah mata Rusia Svyatoslav Fyodorov. Dia menciptakan metode ini setelah melihat bocah lelaki menderita laserasi (matanya tersayat) akibat tinju menghancurkan kacamatanya.

Setelah mengawasi anak tersebut dengan saksama, dia menemukan bahwa penglihatan anak tersebut justru membaik.

Peristiwa ini menginspirasi Fyodorov untuk mencoba memperbaiki cara membiaskan kornea dengan melakukan sayatan pisau bedah dengan meniru luka bocah itu.

Prosedur ini mulai kehilangan popularitas setelah operasi laser mulai dikenal untuk mengobati rabun jauh.

Apalagi, prosedur ini memiliki banyak risiko infeksi dan perforasi. Selain itu, hasilnya tidak konsisten, tidak stabil, dan sangat pendek.

Risiko itu sayangnya terjadi pada perempuan dalam kasus ini. Penglihatannya secara perlahan memburuk sejak menjalani prosedur tersebut.

Baca juga: Mengenal Kelainan Tanpa Kelopak Mata yang Dimiliki Azzam Nur Mujizat

"Itu sebabnya kita tidak melakukannya lagi," kata Nejat.

Dalam kasus ini, penglihatan pasien telah bergeser menjadi rabun dekat. Untuk mengobati, pasien menerima resep lensa korektif dan 6 bulan kemudian penglihatannya membaik.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Ratusan Gajah Afrika Mati Mendadak, Ahli Konservasi Indonesia Ingatkan Soal Virus Herpes

Fenomena
Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena Langka, Dua Planet Raksasa Menari Bersama di Luar Angkasa

Fenomena
Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kasus Corona Indonesia Tak Seburuk Prediksi, Diduga karena Vaksinasi

Kita
Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Umur Anjing Ternyata Lebih Tua dari Pemiliknya, Studi ini Jelaskan

Fenomena
Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Mengapa Vaksinasi Berkaitan dengan Sistem Kekebalan Tubuh Manusia?

Oh Begitu
Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Studi Ungkap Cara Virus Corona Langsung Infeksi Sel Jantung Pasien Covid-19

Fenomena
Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Harga Vaksin Corona Diperkirakan Rp 75.000 Per Orang, Kapan Siap?

Oh Begitu
Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Ilmuwan Buktikan Lagi, Virus Corona Saat Ini Lebih Menular dan Beda dari Aslinya

Fenomena
Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Seberapa Jauh Anjing Bisa Mencium dan Mendengar?

Prof Cilik
Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Vaksin Bikin Autis? 3 Mitos Vaksinasi Anak yang Tak Usah Dipercaya

Kita
Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Hati-hati, Gangguan Gigi dan Mulut Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Oh Begitu
3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

3 Nyamuk Penyebar Mosquito-borne Disease: Aedes Aegypti, Anopheles, dan Culex

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

[VIDEO] Tanya Dokter: Mengapa Banyak Virus pada Hewan Menular ke Manusia?

Oh Begitu
Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Jangan Lupakan, Penularan Penyakit karena Nyamuk Masih Terus Terjadi

Kita
Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Jamur Cordyceps Militaris Disinyalir Punya Antivirus, Apa Saja Manfaatnya?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X