Demi Kenikmatan, Pemerintah Georgia Bakal Bikin Wine di Mars

Kompas.com - 16/01/2019, 18:00 WIB
Ilustrasi wineThinkstockphotos.com Ilustrasi wine

KOMPAS.com - Ada-ada saja keinginan para ahli untuk mengeksplorasi tata surya. Setelah China mengumumkan keberhasilannya menumbuhkan benih kentang di Bulan, kini Georgia berencana menanam anggur di Mars.

Negara dengan tradisi menanam anggur sejak 8.000 tahun itu meminta para ahli ruang angkasa untuk mencari tahu bagaimana menanam anggur di Mars.

Proyek bernama IX Milenium itu dpakai untuk merayakan tradisi pembuatan anggur Georgia yang memasuki milenium kesembilan. Proyek ini melibatkan beberapa tahap penelitian dalam membangun infrastruktur pertanian di Mars.

Satu langkah penting yang dilakukan adalah mencari varietas anggur paling unggul. Syaratnya harus tahan kerasnya radiasi, badai debu yang menakutkan, dan perubahan suhu ekstrem di Mars.

Baca juga: Kabar Baik, Benih yang Dibawa China ke Bulan Kini Bersemi

Bila langkah tersebut berhasil dilakukan, diharapkan manusia yang menjejaki Mars dapat merasakan kenikmatan yang ada di Bumi, atau paling cepat pada 2024 saat SpaceX mengirimkan manusia ke planet Mars. Rencana pengiriman manusia akan disusul NASA pada 2030.

"Jika kita suatu saat nanti tinggal di Mars, Georgia harus berkontribusi di dalamnya," kata Nikoloz Doborjginidze, pendiri Badan Penelitian Antariksa Georgia dan penasihat proyek anggur kepada Washington Post.

"Nenek moyang kami membawa anggur ke Bumi, jadi kita akan melakukan hal yang sama ke Mars," imbuhnya.

Untuk diketahui, asal-usul pembuatan anggur tertua masih diperdebatkan. Namun Georgia punya klaim tersebut karena adanya temuan pot berisi residu anggur tua yang diprediksi berasal dari 6000 SM.

Anggur pertama di Mars

Proyek anggur ruang angkasa akan dimulai akhir tahun ini yang ditandai dengan pembuatan rumah kaca vertikal di dalam sebuah hotel di Tbilisi, ibu kota Georgia.

Di sana, tumbuh-tumbuhan seperti anggur, stroberi, dan arugula akan dibiarkan tumbuh dengan campur tangan manusia seminim mungkin. Ini untuk percobaan bagaimana tanaman akan tumbuh di Mars.

Untuk itu para ahli anggur Georgia akan berusaha mencari varietas yang paling unggul dan memenuhi syarat seperti disebutkan di atas.

Sementara itu, para ahli dari Universitas Teknologi Bisnis Tbilisi berencana membuat simulasi lingkungan Mars di laboratorium. Mereka akan membuat lingkungan dengan kadar karbon monoksida tinggi dan udara tipis seperti pada ketinggian 6.000 meter di atas permukaan air laut.

Baca juga: Anggur di California Terpapar Partikel Radioaktif Fukushima, Kok Bisa?

Eksperimen itu mungkin tidak akan membuahkan hasil sampai 2022. Namun para ahli yakin bahwa mereka mampu membuat segelas anggur putih terbaik di Mars.

"Anggur putih cenderung lebih tahan terhadap virus. Jadi saya membayangkan mereka akan melakukan hal yang sama di lingkungan dengan tingkat radiasi seperti Mars. Kulitnya menunjukkan hal tersebut," ujar Levan Ujmajuridze, direktur Laboratorium kebun anggur Georgia, seperti dilansir Live Science, Senin (14/1/2019).




Close Ads X