Kabar Baik, Benih yang Dibawa China ke Bulan Kini Bersemi

Kompas.com - 15/01/2019, 20:06 WIB
Benih pertama yang tumbuh di Bulan Benih pertama yang tumbuh di Bulan

KOMPAS.com - Masih ingat dengan benih kentang dan selada yang dibawa wahana antariksa China Chang'e 4? Baru beberapa hari sampai di Bulan, benih tersebut kini telah berkecambah.

Kabar ini disampaikan oleh Badan Antariksa Nasional China. Fenomena ini juga menandai pertama kalinya materi biologis tumbuh di Bulan.

Hasil ini juga dilihat sebagai langkah penting menuju eksplorasi ruang angkasa jangka panjang.

Sebagai informasi, Chang'e 4 adalah misi pertama yang berhasil mendarat dan menjelajahi sisi jauh bulan.

Baca juga: Berkat China, Kini Ada Makhluk Hidup di Bulan

Wahana tersebut mendarat pada 3 Januari lalu. Ia tak sendirian, tapi membawa instrumen ungtuk menganalisis di kawasan tersebut serta makhluk hidup pertama di Bulan.

Sebelumnya, tanaman telah tumbuh di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Tapi, ini adalah pertama kalinya tanaman benar-benar bersemi di Bulan.

Kemampuan menumbuhkan tanaman di Bulan ini disambut baik banyak pihak. Terutama sebagai bagian integral untuk misi luar angkasa jangka panjang seperti perjalanan ke planet Mar yang memakan waktu hingga dua setengah tahun.

Artinya, astronot berpotensi memanen makanan mereka di luar angkasa. Dengan begitu, pasokan makanan yang diangkut bisa berkurang.

Tanaman itu dibawa oleh Chang'e dalam sebuah wadah tertutup yang berisi benih kentang, kapas, selada, serta ulat. Nantinya, mereka akan membentuk biosfer mini.

Astronom dari Observatorium Astronomi Asutralia Fred Watson menyambut baik kabar ini.

"Ini menunjukkan bahwa mungkin tidak ada masalah yang tidak dapat diatasi para astronot di masa depan untuk mencoba menanam tanaman mereka sendiri di Bulan dalam lingkungan yang terkontrol," ungkap Watson dikutip dari BBC, Selasa (15/01/2019).

"Saya pikir pasti ada banyak minat dalam menggunakan Bulan sebagai pos pendaratan sementara, terutama untuk penerbangan ke Mars, karena (Bulan)relatif dekat dengan Bumi," imbuhnya.

Kabar ini juga menjadi kebanggaan Profesor Xie Gengxin, kepala perancang percobaan ini.

"Kami telah mempertimbangkan kelangsungan hidup di ruang angkasa di masa depan," tutur Gengxin.

Baca juga: Begini Panorama Sisi Jauh Bulan yang Diambil Wahana Antariksa China

"Belajar tentang pertumbuhan tanaman ini di lingkungan gravitasi rendah akan memungkinkan kita untuk meletakkan pondasi pembentukan pangkalan ruang angkasa kita di masa depan," sambungnya.

Untuk diketahui, selama perjalanan 20 hari dari Bumi ke Bulan, benih tersebut dalam keadaan "tidak aktif". Para peneliti menggunakan teknologi biologis untuk menonaktifkan benih tersebut.

Baru setelah sampai di sisi jauh Bulan, pusat kendali China mengirim perintah ke wahana antariksa untuk menyirami benih tersebut. Saat itulah benih itu mulai aktif dan tumbuh.



Close Ads X