Penjelasan Memalukan di Balik “Serangan Sonik” Kuba yang Diklaim AS

Kompas.com - 07/01/2019, 18:08 WIB
Kedutaan besar AS di Havana, KubaU.S. Department of State/Wikipedia Kedutaan besar AS di Havana, Kuba

KOMPAS.com – Sekitar dua tahun yang lalu, yakni antara akhir 2016 hingga Agustus 2017, ada sebuah fenomena aneh yang dialami para pegawai negeri Kedutaan Besar Amerika Serikat di Kuba.

Dua puluh satu diplomat AS jatuh sakit, seperti sakit kepala, sakit telinga, vertigo, mual dan kehilangan pendengarannya, usai mendengar suara bernada tinggi. Hasil pengecekan kesehatan oleh pemerintah AS juga mengungkapkan bahwa ke-21 diplomat mengalami cedera otak.

Lebih jauh, pemerintah AS mengklaim bahwa ke-21 individu di atas telah diserang menggunakan senjata supersonik.

Walaupun klaim tersebut dibantah oleh banyak pakar, tidak ada seorang pun yang bisa menjelaskannya hingga kini.

Baca juga: Dengar Suara Aneh, Pegawai Negeri AS di China Alami Cedera Otak

Alexander Stubbs dari University of California, Berkeley, dan Fernando Montealegre-Z dari University of Lincoln di Inggris mempelajari hasil rekaman yang diambil oleh para diplomat AS di Kuba saat kejadian dan dipublikasikan oleh Associated Press.

Hasilnya yang dipresentasikan dalam Society of Integrative and Comparative Biology cukup memalukan pemerintah AS.

Suara tersebut rupanya tidak berasal dari senjata supersonik, melainkan dari Anurogryllus celerinictus, spesies jangkrik yang terkenal dengan suaranya yang menusuk ketika musim kawin.

Ketika suara rekaman dibandingkan dengan suara Anurogryllus celerinictus, keduanya ditemukan memiliki denyut dan frekuensi yang sama. Satu-satunya perbedaan adalah rekaman diplomat AS diambil dalam ruangan, sedangkan rekaman para peneliti berasal dari alam liar.

Baca juga: Super Cepat dan Senyap, NASA Siap uji Coba Pesawat Supersonik Terbaru

Perlu ditegaskan bahwa para peneliti tidak menampik adanya kemungkinan serangan supersonik. Akan tetapi, rekaman tersebut bukan buktinya

Para peneliti juga berkata bahwa walaupun suara jangkrik bisa menganggu, tidak benar bila seseorang bisa jatuh sakit hanya karena mendengarnya.

Stubbs mengatakan kepada The New York Times, ada banyak perdebatan dalam komunitas medis mengenai apa dampak fisik, bila ada, yang dialami oleh individu-individu ini (para diplomat AS).

“Yang bisa aku katakan dengan pasti adalah rekaman yang dipublikasikan oleh Associated Press adalah suara jangkrik, dan kami rasa kami tahu apa spesiesnya,” imbuhnya lagi.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X