Kompas.com - 03/01/2019, 19:03 WIB

Ini berarti, industri dan penambangan peradaban kuno berdampak pada perubahan kimia gua yang letaknya jauh.

Perubahan komposisi stalagmit menunjukkan peningkatan debu yang jatuh di pegunungan, yang pada gilirannya menunjukkan kekeringan di darat.

Pertumbuhan stalagmit yang lambat juga menjadi tanda kondisi sekitar yang lebih kering.

Baca juga: Misteri Runtuhnya Peradaban Lembah Sungai Indus di Himalaya Terkuak

Sedimen dari Laut Merah dan Teluk Oman sebelumnya digunakan untuk menilik jejak masa lalu bahwa Asia Barat pernah mengalami kemarau panjang.

Ada perdebatan besar di antara para sejarawa tentang besarnya pengaruh perubahan iklim terhadap runtuhnya peradaban.

Di sisi lain, kita masih tidak mengatahui mengapa Mesopotamia mengering selama periode tersebut dan akhirnya sangat memengaruhi dua peradaban lainnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.