Kompas.com - 30/12/2018, 20:33 WIB
Ilustrasi butiran emas Ilustrasi butiran emas


KOMPAS.com - Sebuah mitos mengatakan, di Bumi ini ada batu bertuah yang memiliki segudang keajaiban untuk manusia. Batu itu disebut dapat memberi kehidupan abadi dan mampu mengubah logam biasa menjadi emas murni.

Kini, hal itu bukan lagi isapan jempol belaka. Para pakar China benar-benar membuktikan bahwa mitos itu nyata.

Namun, mereka tidak menemukan batu bertuah yang bisa membuat hidup abadi. Sebaliknya, mereka menemukan cara untuk mengubah tembaga menjadi logam yang hampir identik dengan emas.

Dalam makalah yang terbit di Science Advances, mereka menceritakan telah membombardir atom tembaga dengan plasma argon berenergi tinggi sehingga mengubah struktur elekron logam.

Baca juga: Medali Emas Olimpiade Tokyo 2020 Terbuat dari Limbah Elektronik

Titik beku pada nol valensi oleh proses ini, tembaga menjadi kurang reaktif dan mulai berubah menjadi logam mulia seperti emas atau perak.

"Nanopartikel tembaga mencapai kinerja katalitik yang sangat mirip dengan emas atau perak," tim menjelaskan dalam pernyataan yang diposting di situs web akademi dan diberitakan IFL Science, Kamis (27/12/2018).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Setelah diproses, terbukti tembaga dapat diubah dari 'ayam' menjadi 'phoenix',” sambung ahli mengibaratkan.

Namun, temuan ini tidak akan membuat ahli kimia tiba-tiba menjadi kaya raya karena bisa mengubah tembaga menjadi emas palsu.

Alih-alih digunakan untuk mengejar harta dunia, para ahli beranggapan temuan ini adalah langkah penting dan menguntungkan untuk menghadapi tantangan dunia modern.

Baca juga: Ratusan Koin Emas Ditemukan, Bukti Runtuhnya Kekaisaran Romawi?

Tidak hanya ketahanannya terhadap oksidasi dan reaktivitas rendah membuat emas dan perak sempurna untuk keperluan industri - misalnya nanti ada logam yang diletakkan di dalam smartphone kita -, logam mulia juga bisa digunakan dalam proses kimia canggih yang dapat mengubah batubara menjadi sumber daya yang berguna seperti etanol.

"Pemanfaatan sumber daya batubara yang bersih untuk mensintesis bahan kimia bernilai tinggi sangat diinginkan dengan meningkatnya masalah energi dan lingkungan," jelas ahli.

"(Metil glikolat) adalah zat penting yang mahal dibanding zat lain yang bisa digunakan untuk sintesis produk farmasi, bahan kimia, dan parfum. Namun, (metil glikolat) sulit diperoleh melalui katalis tembaga. Jadi,  pengembangan katalis yang efisien untuk mengendalikan dan mengatur produk masih menjadi tantangan besar bagi akademisi dan industri," tutup mereka.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Lama Jadi Misteri, Ternyata Ini Alasan Tikus Air Bisa Menyelam

Oh Begitu
Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Buaya Raksasa dari Era Prasejarah Ditemukan di Australia, Ini Wujudnya

Oh Begitu
Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Misteri di Inti Bumi Miring dan Berkurangnya Panas Planet di Bawah Indonesia

Fenomena
[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

[POPULER SAINS] Bagaimana Atlet Bisa Kena Serangan Jantung? | Alasan Varian Delta Picu Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Gletser Darah di Pegunungan Alpen Bisa Jadi Penanda Perubahan Iklim

Oh Begitu
Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Isolasi Mandiri di Rumah, Ini yang Harus Dilakukan Pasien COVID-19

Kita
Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Cara Mencegah Serangan Jantung Saat Berolahraga, Ini Saran Ahli

Oh Begitu
Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Wisma Atlet Hampir Penuh, Siapa Saja yang Boleh Isoman?

Kita
Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Akhirnya Diakui, Bumi Sekarang Punya Samudra Kelima

Fenomena
Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Peneliti Temukan Telur Ayam dengan Kondisi Utuh Berusia 1000 Tahun

Oh Begitu
Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Alasan Hiu Karang Berselancar di Siang Hari Akhirnya Terkuak, Studi Jelaskan

Fenomena
Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Ahli Jelaskan Bagaimana Varian Delta Virus Corona Sebabkan Lonjakan Kasus Covid-19

Oh Begitu
Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Sperma Tikus Bertahan 6 Tahun di ISS, Akankah Jadi Jawaban Cara Bereproduksi di Luar Angkasa?

Oh Begitu
Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Ahli Jelaskan Bagaimana Atlet Bisa Terkena Serangan Jantung

Oh Begitu
Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Varian Delta yang Menyebar di Kudus Disebut Super Strain, Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X