Prihadi Murdiyat
Dosen Politeknik Negeri Samarinda serta Peneliti WSN dan pemanfaatannya

Dr. Ir. Prihadi Murdiyat, MT adalah dosen Jurusan Teknik Elektro dan juga dosen Jurusan Teknologi Informasi di Politeknik Negeri Samarinda. Prihadi juga peneliti Wireless Sensor Network (WSN) dan pemanfaatannya. Lulusan Curtin University, Perth, Western Australia, PhD on Electrical and Computer Engineering; Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya, Magister Teknik, Teknik Elektro; dan Universitas Brawijaya Malang, Sarjana Teknik, Teknik Elektro.

Menimbang Underwater Wireless Sensor Network, Sistem Peringatan Dini untuk Tsunami

Kompas.com - 28/12/2018, 18:57 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Hasilnya dapat diperoleh dalam waktu 2 menit. Peringatan baru disampaikan pada masyarakat, setelah hasil dari komputer ditelaah oleh pakar selama 5 menit. Menurut ketua BMKG cara ini juga dilakukan saat terjadi gempa di Donggala dan Palu (Detik.com 06/10/2018).

Namun, seperti pernah disampaikan beberapa ahli termasuk Louise Comfort, seorang ahli manajemen bencana dari University of Pittsburgh di Amerika, efektivitas sensor gempa ini dianggap kurang karena tidak mampu mengukur perubahan yang terjadi di dasar laut.

Oleh karenanya Louise yang telah membicarakan perihal pemasangan jaringan sensor bawah laut di sekitar Sumatera bersama tiga instansi di Indonesia, menyayangkan tertundanya kerjasama karena belum adanya kesepakatan (Detik.com 01/10/2018).

Mengabaikan penggunaan 22 buah buoy dan sistem yang ditawarkan oleh Louise Comfort sebenarnya memang sangat disayangkan. Ini karena kedua sistem tersebut menggunakan teknologi wireless sensor network (WSN) yang manfaatnya sudah banyak dirasakan di berbagai belahan dunia, terutama di negara-negara maju.

Teknologi yang penelitian dan pengembangannya telah dilakukan secara intensif sejak akhir 1990-an hingga akhir 2000-an ini, kini sudah menjadi teknologi yang mature dan dimanfaatkan di berbagai aplikasi seperti pertanian, kesehatan, industri, militer, teknik, transportasi, olahraga, dan banyak lagi.

Pemanfaatannya pun akan semakin bertambah dengan berkembangnya penggunaan internet of things (IoT) di berbagai bidang.

Tanpa mengecilkan fungsi alat-alat ukur dan deteksi yang selama ini telah digunakan, kehadiran teknologi WSN telah terbukti memperkuat fungsi sistem-sistem yang ada.

Pemodelan matematis dengan komputer akan semakin akurat karena bertambahnya variabel-variabel ukur yang sebelumnya tidak bisa didapatkan.

Dalam kaitannya dengan deteksi dini tsunami dan eksplorasi kekayaan bawah air, berbagai jaringan sensor nirkabel bawah permukaan air / underwater wireless sensor network (UWSN) telah dipasang di beberapa negara.

Di Amerika Serikat, contohnya, sepuluh buoy dipasang di perairan Pasifik dan lima buoy di perairan Atlantik/Karibia untuk mendukung sistem The Deep-ocean Assessment and Reporting of Tsunamies (DART) sebagai sistem peringatan dini tsunami bagi rakyat Amerika Serikat.

Selain memasang buoy, sistem yang dioperasikan oleh badan nasional administrasi oseanik dan atmosferik (NOAA) ini juga menempatkan sensor bawah air (diberi nama tsunamometer) yang terhubung dengan jangkar untuk mengukur tekanan air di dasar laut.

Termasuk di dalamnya adalah kemampuan sistem untuk mendeteksi false alarm dan evakuasi yang tidak perlu.

Di Australia, UWSN dipasang di Great Barrier Reef, sebuah area terumbu karang yang luas, untuk memantau kesehatan terumbu karang dengan mengukur suhu air dan kecerahan cahaya di bawah permukaan laut.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.