Mantan Astronot NASA: Kirim Manusia ke Mars adalah Langkah Bodoh

Kompas.com - 25/12/2018, 13:23 WIB
Rancangan rumah Mars milik NASANASA Rancangan rumah Mars milik NASA

KOMPAS.com - Salah satu orang pertama yang berhasil masuk ke orbit Bulan mengatakan kepada BBC Radio 5 Live bahwa merencanakan misi manusia ke planet Mars itu merupakan hal yang 'bodoh'.

Bill Anders, pilot modul bulan Apollo 8, pesawat luar angkasa berawak pertama yang meninggalkan orbit Bumi, menyebut pengiriman awak ke Mars itu 'boleh dikatakan konyol'.

NASA saat ini sedang merencanakan misi baru untuk mengirim manusia ke Bulan.

Badan antariksa AS itu ingin mempelajari keterampilan dan mengembangkan teknologi untuk memungkinkan pendaratan manusia di Mars di masa depan.

Anders, 85, mengatakan dia adalah 'pendukung kuat' dari program tak berawak 'yang luar biasa', 'terutama karena harganya jauh lebih murah'. Tetapi dia mengatakan tidak ada dukungan publik untuk mendanai misi manusia yang jauh lebih mahal.

Baca juga: Inilah Foto Pertama Robot Geologi NASA di Mars Sesaat Setelah Mendarat

"Apa yang penting? Apa yang mendorong kita untuk pergi ke Mars?" katanya.

Anders menambahkan, "Saya kira masyarakat tidak tertarik".

Sementara itu, robot penelitian masih menjelajahi Mars. Bulan lalu, InSight, robot yang akan mengambil sampel inerior planet, berhasil mendarat di Elysium Planitia.

Dalam sebuah pernyataan, NASA mengatakan badan itu "memimpin perjalanan kembali ke Bulan yang berkelanjutan, yang akan membantu kita mengirim astronot ke Mars".

"Termasuk juga mitra komersial dan internasional untuk mengembangkan kehadiran manusia di luar angkasa dan membawa kembali pengetahuan dan kesempatan baru."

Pada Desember 1968, Anders, bersama dengan kru Frank Borman dan Jim Lovell, bertolak dari Cape Canaveral di Florida di atas Saturn V, sebelum menyelesaikan 10 orbit mengelilingi Bulan.

Awak Apollo 8 menghabiskan 20 jam di orbit, sebelum kembali ke Bumi.

Mereka kembali di Samudra Pasifik pada 27 Desember, mendarat hanya 4.500 meter dari titik target mereka. Mereka dijemput oleh kapal induk USS Yorktown.

Eksplorasi itu adalah yang terjauh yang pernah dicapai manusia dari Bumi saat itu - dan menjadi batu loncatan penting menuju pendaratan Apollo 11 di bulan yang bersejarah tujuh bulan kemudian.

Namun mantan astronot itu mengkhawatirkan bagaimana NASA berevolusi sejak masa Presiden John F Kennedy berjanji untuk mendaratkan manusia di Bulan pada akhir 1960-an.

"NASA tidak bisa sampai ke Bulan hari ini. Mereka begitu konvensional... NASA telah berubah menjadi program kerja...," kata Anders.

Baca juga: Ahli Ungkap Kemiripan Danau Purba di Mars dengan Danau di Sulsel

"Banyak departemen yang hanya ingin tetap sibuk dan Anda tidak melihat dukungan publik selain gaji para pekerja mereka dan anggota kongres mereka terpilih kembali," imbuhnya.

Anders juga kritis terhadap keputusan untuk fokus pada eksplorasi orbit dekat Bumi setelah selesainya program Apollo pada 1970-an.

"Saya pikir pesawat ulang-alik adalah kesalahan serius. Proyek itu hampir tidak melakukan apa-apa kecuali peluncuran yang menarik, tetapi tidak pernah menghasilkan apa pun," katanya.

"Stasiun luar angkasa hanya ada di sana karena ada pesawat ulang-alik, dan sebaliknya. NASA benar-benar salah mengelola program berawak sejak pendaratan di bulan terakhir."

Pandangan itu mungkin tampak mengejutkan dari seorang patriot dan anggota militer AS, yang masih mengenang misinya sendiri ke luar angkasa dengan penuh kebanggaan.

Anders memahami jika beberapa orang di komunitas luar angkasa tak merasa cocok dengannya.

Mars One Foundation, Senin (9/11/2013) lalu, sudah menutup pendaftaran bagi sukarelawan yang ingin terbang dan bermukim di Planet Mars pada 2023 mendatang. Sebanyak 202.586 sukarelawan dari 140 negara sudah mengajukan aplikasinya.www.dezeen.com Mars One Foundation, Senin (9/11/2013) lalu, sudah menutup pendaftaran bagi sukarelawan yang ingin terbang dan bermukim di Planet Mars pada 2023 mendatang. Sebanyak 202.586 sukarelawan dari 140 negara sudah mengajukan aplikasinya.

"Saya pikir NASA beruntung memiliki apa yang mereka dapatkan - yang masih sulit, dalam pikiran saya, untuk dibenarkan. Saya bukan orang yang populer di NASA karena mengatakan itu, tetapi itulah yang saya pikirkan," jelasnya.

Mantan rekannya, Frank Borman, yang memimpin misi Apollo 8 dan juga menghabiskan dua minggu di orbit Bumi selama program Gemini, sedikit lebih antusias.

"Saya tidak sekritis Bill dalam hal NASA," katanya kepada 5 Live. "Saya sangat percaya bahwa kita membutuhkan eksplorasi tata surya kita dan saya pikir manusia adalah bagian dari itu."

Tetapi ketika ditanyakan mengenai rencana pendiri Space X, Elon Musk dan bos Amazon, Jeff Bezos - yang sama-sama telah berbicara tentang meluncurkan misi pribadi ke Mars, Borman tidak sepositif itu.

Baca juga: NASA Yakini Bisa Kirim Manusia ke Mars dalam 25 Tahun

"Saya pikir ada banyak kehebohan tentang Mars yang tidak masuk akal. Musk dan Bezos, mereka berbicara mengenai menempatkan koloni di Mars, itu omong kosong."

Warisan Apollo

Merenungkan misi bersejarah mereka sendiri ke Bulan, Borman menggambarkan Apollo 8 sebagai 'langkah hebat' dan menegaskan bahwa mereka telah memenangkan pacuan luar angkasa.

Anders mengatakan dia merasa bahwa warisan abadi dari misi itu adalah "Earthrise", Bumi terbit (sepadan dengan matahari terbit kalau kita di Bumi), sebuah foto yang diambil oleh kru yang menunjukkan planet rumah manusia itu menggantung dalam kegelapan ruang di atas cakrawala bulan.

Berbicara kepada BBC Radio 4 PM, rekan mereka Jim Lovell juga merenungkan momen Earthrise.

"Ketika saya melihat Bumi itu sendirian ... saya mulai bertanya-tanya mengapa saya ada di sini, apa tujuan saya di sini... Hal itu seperti menyadarkan saya," katanya.

"Dan sudut pandang saya adalah bahwa Tuhan telah memberi manusia panggung untuk tampil. Bagaimana permainannya, terserah kita."



Close Ads X