Kompas.com - 22/12/2018, 20:06 WIB
Ilustrasi flu Ilustrasi flu

KOMPAS.com - Musim hujan seperti saat ini sering kali berkolerasi dekat dengan panyakit seperti flu atau batuk. Tapi, beberapa orang bisa terhindar dengan penyakit-penyakit tersebut.

Apa rahasia mereka? Para peneliti AS mencoba menjawab bagaimana sistem imun seseorang bisa meningkat.

Olahraga Teratur

David Nieman, profesor kesehatan masyarakat dan direktur Human Performance Lab di Appalachian State University menyebut salah satu faktor penting untuk sistem imun yang baik adalah olahraga.

"Jika melihat semua faktor gaya hidup yang mengurangi jumlah hari Anda menderita flu, menjadi orang aktif dan bugar adalah yang paling penting," kata Nieman dikutip dari Time, Kamis (20/12/2018).

Baca juga: Virus Ini Bisa Lawan Tumor Otak dan Tingkatkan Sistem Kekebalan Tubuh

Nieman menghabiskan bertahun-tahun untuk menguji efek olahraga terhadap kesehatan manusia dan fungsi kekebalan tubuh.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam salah satu penelitiannya, Nieman dan kolega menemukan bahwa 30 menit jalan cepat bisa meningkatkan sirkulasi sel pembunuh patogen alami, sel darah putih dan pejuang sistem kekebalan lainnya.

Ketika sel-sel kekebalan ini menghadapi patogen penyebab penyakit, mereka dapat membunuhnya sangat efektif, ujar Nieman.

"Namun kami menemukan bahwa, sekitar tiga jam setelah olahraga, sel-sel kekebalan tubuh ini mundur kembali ke tempat mereka berasal," katanya.

Artinya, peningkatan sistem kekebalan tubuh dari olahraga bersifat pendek. Itu sebabnya, bagian "teratur" dalam olahraga menjadi penting.

"Bayangkan, jika Anda memiliki pembantu rumah tangga yang masuk dan membersihkan rumah selaman 30 menit setiap hari, pada akhirnya rumah Anda akan terlihat jauh lebih baik," ucap Nieman.

"Saya pikir hal yang sama terjadi dengan sistem kekebalan tubuh dan pembersihan patogen dari dalam tubuh," tambahnya.

Nieman mengatakan, 30 hingga 60 menit olahraga ringan perhari tampaknya lebih mengoptimalkan fungsi kekebalan tubuh. Olahraga ringan yang dimaksud oleh Nieman adalah jalan cepat, bersepeda, atau berlari.

Jangan Olahraga Berat

Meski begitu, hasil ini justru terbalik pada olahraga berintensitas tinggi atau olahraga berat.

"Ketika Anda pergi begitu lama pada olahraga intensitas tinggi, hormon stres akan naik dan sistem kekebalan tubuh tidak merespons dengan baik," tegas Nieman.

Baca juga: Kawin Bikin Sistem Imun Ratu Semut Meningkat, Kok Bisa?

Perlu digarisbawahi, olahraga hanya bisa membantu mencegah penyakit. Ketika seseorang sudah terserang demam atau flu, olahraga telah kehilangan fungsinya.

"Beberapa orang berpikir jika sakit, mereka bisa mengeluarkan keringat dengan berolahraga," kata Nieman.

"Tetapi tidak ada data yang membuktikan bahwa olahraga dapat digunakan sebagai terapi," tambahnya.

Bahkan faktanya, penelitian terhadap hewan menunjukkan olahraga berat ketika pilek atau flu bisa memperburuk keadaan.

Tidur Nyenyak

Selain olahraga, elemen penting untuk menjaga sistem kekebalan tubuh adalah tidur malam yang nyenyak.

"Kami melihat kembar identik, di mana seseorang biasanya tidur satu jam lebih kurang dari yang lain," tutur Dr Nathaniel Watson, profesor neurologi dan obat tidur University of Washington.

"Kami menemukan bahwa pada anak yang tidurnya lebih sedikit, jalur genetik yang terkait dengan sistem kekebalan tubuh ditekan," sambung penulis penelitian tentang hubungan tidur dengan sistem imun itu.

Dr Watson menyebut temuan studinya sejalan dengan hasil penelitian lain yang menunjukkan orang kurang tidur lebih cenderung sakit dibanding orang cukup istirahat.

Namun, seberapa banyak waktu tidur yang Anda butuhkan untuk menjaga sistem imun berfungsi baik sulit diukur.

Baca juga: Peneliti: Uban Berkaitan dengan Sistem Imun Manusia

"Ada banyak variabilitas individu di sana, jadi itu bukan satu ukuran yang cocok untuk semua orang," kata Dr Watson.

Meski begitu, banyak orang mematok perlunya tidur tujuh hingga 9 jam untuk tidur yang baik.

"Itu bukan tujuh jam di tempat tidur, ini tujuh jam tidur," tegasnya.

Pola Makan Sehat

Terakhir, yang perlu diperhatikan untuk menjaga sistem imun tubuh adalah pola makan bervariasi dan sehat.

"Apa yang kita makan adalah bahan bakar tubuh kita, dan tanpa bahan bakar yang tepat, sistem kekebalan tubuh kita tidak bekerja," kata Dr Jason Goldsmith, pebeliti postdoctoral di University of Pennsylvania's Institute for Immunology.

Goldsmith telah mempelajari efek diet terhadap mikrobioma dan kesehatan kekebalan tubuh.

Dia mengatakan kebanyakan orang saat ini tidak perlu khawatir tentang kekurangan gizi. Tetapi banyak orang kekurangan vitamin dan mineral tertentu.

"Secara khusus, vitamin B, vitamin C, seng dan vitamin D penting untuk fungsi kekebalan tubuh yang tepat," katanya.

Goldsmith juga menegaskan bahwa sayur dan buah merupakan makanan terbaik yang dikonsumsi.



Sumber Time
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.