Kompas.com - 22/12/2018, 19:07 WIB

KOMPAS.com – Dalam sebuah kontestasi politik, berbagai macam cara akan dilakukan untuk menjadi pemenang. Hal ini bisa dilihat pada 2016 silam di Amerika ketika Donald Trump berhasil memenangkan posisi presiden dengan mengalahkan Hillary Clinton.

Trump, dengan pembawaannya yang agresif, diperkirakan oleh banyak orang tidak dapat mengalahkan Hillary Clinton dan memenangkan kursi orang nomor satu di Amerika serikat. Nyatanya, hingga saat ini Trump yang menduduki posisi tersebut.

Menurut ahli, alasan di balik kemenangan Trump adalah dengan menggunakan neurosains atau yang menurut dr Roslan Yuni Hasan, neuropolitik. Dalam hal ini, apa yang dilakukan Trump adalah dengan menggunakan narasi-narasi yang diutarakan ke publik untuk mempengaruhi otak mereka agar memilih dirinya.

Satu hal penting yang digunakan adalah dengan menggunakan narasi yang menakut-nakuti masyarakat Amerika.

Baca juga: Terancam Punah karena Iklim, Spesies Amfibi Baru Dinamai Donald Trump

“Contohnya, orang dikondisikan agar tidak nakal dengan ditakut-takuti. Akhirnya, ketakutan menjadi lebih efektif untuk memberikan pelajaran pada manusia daripada pemberian harapan pada mereka,” ujar dokter yang akrab disapa Ryu ini pada diskusi media yang diadakan pada Jumat (21/12/2018) di Jakarta.

Ryu menjelaskan bahwa cara yang digunakan Trump berhasil mempengaruhi orbitofrontal cortex (OFC) pada otak manusia. OFC adalah bagian di lobus frontal otak yang terlibat dalam proses kognitif pengambilan keputusan seseorang. Ketika berhasil mempengaruhi bagian ini, maka seseorang dapat dengan mudah diarahkan keputusannya.

Dengan berlandaskan pada prinsip bahwa manusia akan lebih mudah dikondisikan dengan cara ditakut-takuti, maka neuropolitik membuat target dari narasi tersebut menjadi berpikir bahwa orang yang mengatakannya adalah solusi dari ketakutan yang diciptakan.

Padahal, asumsi tersebut tidak bisa dikatakan benar. Bahkan, Ryu menjelaskan bahwa cara ini hanya berlaku dalam jangka waktu yang tidak lama dan memiliki kecenderungan membuat orang yang terpengaruh menyesali pilihannya.

Baca juga: Hadir di Our Ocean Conference Bali, John Kerry Sentil Trump dan China

Hal serupa pun terjadi pada berita-berita hoaks yang tersebar di dunia maya saat ini. Berita hoaks akan lebih mudah disebarkan oleh orang yang menerima berita tersebut daripada berita lainnya. Hal ini juga yang menyebabkan manusia tidak lagi membutuhkan informasi yang ada, tetapi mencari informasi yang mereka butuhkan.

Menyoroti hal ini, Ryu berkata bahwa metode yang sama mungkin saja akan diterapkan di Indonesia, terutama jika melihat masyarakat Indonesia yang memiliki religiusitas tinggi.

Melansir dari Antara pada Selasa (27/11/2018), Ryu menjelaskan bahwa masyarakat dengan religiusitas yang tinggi akan membuat ikatan kelompok yang begitu kuat, sehingga ketika sang pemimpin menyatakan suatu hal, maka massanya pun akan mengikut.

“Narasi yang disampaikan Donald Trump betul-betul menghipnotis Amerika. Bayangin, dia datangin Fifth Avenue New York dan bilang 'Kalau saya sekarang menembak orang, saya tidak akan kehilangan pemilih',” jelas Ryu.

“Meskipun tidak relevan sama sekali, narasi tersebut bisa memberikan afirmasi pada selera yang kamu ambil. Pada saat dia diberikan otoritas, nilai yang diberikan itu dibuang,” pungkas Ryu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Wahana Antariksa Voyager 1 Kirim Data Misterius, Bikin Ilmuwan Bingung

Oh Begitu
Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Studi: Lumba-lumba Gunakan Terumbu Karang untuk Obati Penyakit Kulit

Oh Begitu
WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

WHO Laporkan Cacar Monyet Sudah Teridentifikasi di 12 Negara, Mana Saja?

Kita
Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Temuan Batu Alien di Mesir, Peneliti Sebut Berasal dari Supernova Langka

Oh Begitu
Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Asteroid Sebesar Empat Kali Gedung Empire State Melesat ke Arah Bumi pada 27 Mei 2022

Fenomena
5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.