Kompas.com - 21/12/2018, 17:32 WIB
Pemandangan kawah Korolev raksasa di Mars yang menyimpan es abadi. Pemandangan kawah Korolev raksasa di Mars yang menyimpan es abadi.

KOMPAS.com - Keberadaan air di Mars adalah topik yang selalu menarik perhatian. Terbaru, Mars Express milik European Space Agency (ESA) menangkap gambar adanya es dalam kawah raksasa yang sangat menakjubkan.

Gambar kawah yang ditangkap pengorbit Mars milik ESA itu bernama kawah Korolev. Sebuah kawah berdiameter 81,4 kilometer dan letaknya tepat di sebelah selatan Olympia Undae dunes yang mengililingi kutub utara.

Menariknya, kawah itu hampir dipenuhi es murni sepanjang tahun. Seperti Bumi, Mars juga memiliki musim hangat yang membuat es di kutub mencair.

Namun, kawah Korolev lain. Kawah yang namanya diambil dari nama insinyur roket Sergei Korolev itu sedikit eksentrik.

Baca juga: Rekaman Robot InSight: Begini Suara Angin di Planet Mars

Dilansir Science Alert, Jumat (21/12/2018),Kawah Korolev juga dikenal sebagai perangkap dingin karena selalu menyimpan es tanpa mempedulikan musim.

Kawah ini memiliki kedalaman dua kilometer. Dari dasar lantai kawah menjulang es setebal 1,8 kilometer dan berdiameter 60 kilometer. Volume kawah mengandung sekitar 2.200 kubik kilometer es.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat udara bergerak di atas es (ya, Mars memiliki udara tapi tidak bisa dihirup dan tipis), maka ia akan mendingin dan tenggelam, menghasilkan lapisan udara dingin di atas es.

Udara adalah konduktor panas yang buruk, lapisan dingin itu bertindak sebagai isolator yang melindungi es dari udara yang lebih hangat dan mencegah es meleleh.

Dinamika yang sama juga terjadi di kawah Louth yang berdiameter 36 kilometer dan juga terletak di kutub utara Mars.

Peta topografi berwarna dari kawah Korolev untuk membandingkan ketinggian kawah dengan dataran di sekitarnya. Peta topografi berwarna dari kawah Korolev untuk membandingkan ketinggian kawah dengan dataran di sekitarnya.

Mars Express yang merayakan ulang tahun ke 15 di orbit Mars pada Natal nanti, beberapa kali melewati kawah Korolev dan mengambil beberapa foto dengan kamera seluloid resolusi tinggi (HRSC).

Baca juga: Muncul 200 Juta Tahun Sekali, Mars Sedang Berdampingan dengan Neptunus

Kamera seluloid menggunakan strip film untuk fotonya. Ahli pun menjahit lima strip tersebut untuk menciptakan kolase menakjubkan yang bisa Anda lihat di atas ini.

Foto itu menunjukkan kemegahan kawah pada resolusi sekitar 21 meter per piksel.

Strip gambar yang diambil juga digunakan untuk membuat peta topografi berkode warna (seperti foto di samping) untuk menunjukkan ketinggian kawah dan dataran di sekitarnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Orbit Bumi Berfluktuasi yang Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Orbit Bumi Berfluktuasi yang Pengaruhi Evolusi, Ilmuwan Temukan Buktinya

Fenomena
[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

[POPULER SAINS] WHO: Dunia Ciptakan Ladang Subur bagi Varian Baru Berkembang | Robot Pertama yang Bisa Bereproduksi

Oh Begitu
5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

5 Bintang Paling Terang yang Menghiasi Langit Malam

Oh Begitu
Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Dahsyatnya Letusan Gunung Vesuvius Setara Bom Atom Hiroshima, Ini Kata Arkeolog

Fenomena
4 Tahapan Siklus Menstruasi

4 Tahapan Siklus Menstruasi

Kita
Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Unik, Peneliti Temukan Fosil Dinosaurus Ekor Lapis Baja di Chili

Fenomena
Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Ukuran Gigi Taring Manusia Menyusut Seiring Waktu, Kok Bisa?

Oh Begitu
Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Terkubur 1.700 Tahun, Vila Romawi Ditemukan di Lahan Pertanian Inggris

Oh Begitu
Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Fakta-fakta Kelinci Laut, Siput Tanpa Cangkang yang Mirip Kelinci

Oh Begitu
Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Perbandingan Varian Omicron dengan Varian Delta, Ahli: Belum Tentu Lebih Berbahaya

Oh Begitu
Cara Melihat Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini

Cara Melihat Komet Leonard Sepanjang Desember 2021 Ini

Fenomena
Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Misteri Varian Omicron Butuh Waktu Berminggu-minggu untuk Dipecahkan

Oh Begitu
Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Menurut Sains, Ini 5 Alasan Tidur yang Cukup Penting untuk Diet

Oh Begitu
Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Arti Kata Omicron, Alfabet Yunani yang Jadi Nama Varian Baru Covid-19

Oh Begitu
Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Update Siklon Tropis Nyatoh, Akan Bergerak ke Utara dan Masih Berdampak ke Indonesia

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.