Muncul 200 Juta Tahun Sekali, Mars Sedang Berdampingan dengan Neptunus

Kompas.com - 08/12/2018, 17:34 WIB
Mars berdampingan dengan Neptunus, diabadikan oleh Robert Sparks (astronom amatir dari Tucson,  Arizona, AS) pada Jumat malam 7 Desember 2018 dengan kamera DSLR Canon 80D dan lensa tele Sigma 100 mm - 400 mm. Ia tidak menggunakan teleskop saat memotret fenomena ini. Mars berdampingan dengan Neptunus, diabadikan oleh Robert Sparks (astronom amatir dari Tucson, Arizona, AS) pada Jumat malam 7 Desember 2018 dengan kamera DSLR Canon 80D dan lensa tele Sigma 100 mm - 400 mm. Ia tidak menggunakan teleskop saat memotret fenomena ini.


KOMPAS.com — Pekan ini menjadi saat paling langka dalam dunia astronomi. Pasalnya, Mars saat ini sedang bersandingan dengan Neptunus, fenomena yang hanya terjadi 200 tahun sekali.

Astronom amatir Marufin Sudibyo berkata kepada Kompas.com bahwa peristiwa ini sudah terjadi sejak awal bulan ini dan akan berakhir 13 Desember nanti.

"Dengan menggunakan parameter jarak sudut/elongasi kurang dari 2 derajat, Mars berdampingan dengan Neptunus terjadi sejak 5 Desember hingga 10 Desember besok. Kalau elongasinya kita ambil nilai lebih besar lagi, misalnya 5 derajat, maka Mars berdampingan dengan Neptunus terjadi sejak 1 Desember hingga 13 Desember nanti," kata Marufin lewat pisan singkat Sabtu (8/12/2018).

"Elongasi terkecil terjadi semalam, Jumat 7 Desember 2018, dengan jarak sudut hanya 0,25 derajat. Sebagai pembanding, bulan purnama memiliki diameter nampak 0,5 derajat," imbuhnya.

Baca juga: NASA Yakini Bisa Kirim Manusia ke Mars dalam 25 Tahun

Menurut Marufin, ini adalah peristiwa sangat langka yang hanya terjadi 200 tahun sekali, lebih persisnya 191 tahun sekali.

Menurut catatan, fenomena Mars berdampingan dengan Neptunus terakhir kali terjadi pada 1828 dan diperkirakan akan terjadi lagi pada tahun 2210.

"Mars berdampingan dengan Neptunus terakhir kali terjadi persis saat perang Jawa yang dipimpin Pangeran Diponegoro sedang dalam puncaknya. Itu waktu yang sama ketika Eropa sedang mengalami penataan besar-besaran pascaperang Napoleon," jelas Marufin.

Pada masa itu, planet Neptunus sebenarnya belum diketahui manusia. Sebab, Neptunus baru ditemukan pada 23 September 1846.

"Jadi boleh dikata peristiwa Mars berdampingan dengan Neptunus adalah yang pertama dilihat manusia sepanjang sejarah peradaban," tegasnya.

Fenomena Superkonjungsi

Peristiwa Mars berdampingan dengan Neptunus disebut superkonjungsi, yakni konjungsi dengan jarak sudut antara dua benda langit yang terlibat adalah sangat kecil hingga hampir mendekati peristiwa okultasi (mirip gerhana).

Kunci dari peristiwa ini adalah peredaran planet-planet  mengelilingi Matahari.

Mars lebih dekat dengan Matahari sehingga mempunyai periode orbital lebih kecil, yakni 1,88 tahun. Sementara Neptunus memiliki periode orbital jauh lebih besar yakni 164,8 tahun.

Halaman:



Close Ads X