Kompas.com - 15/12/2018, 17:05 WIB
dr. Gea Pandhita, Sp. S, Dokter Spesialis Saraf, RS Pondok Indah ? Bintaro Jaya RS Pondok Indahdr. Gea Pandhita, Sp. S, Dokter Spesialis Saraf, RS Pondok Indah ? Bintaro Jaya

Sementara itu, migrain adalah nyeri kepala primer nomor dua yang paling umum dialami.

Gejalanya dirasakan sebagai nyeri berdenyut, biasanya hanya pada satu sisi kepala (namun tidak selalu), rasa sakit dapat disertai dengan mual/muntah, memberat dengan aktivitas ringan, memberat apabila ada stimulasi suara atau cahaya, dan kadang disertai gangguan sensorik yang dikenal sebagai aura.

Lalu, ada nyeri kepala sekunder, yaitu gejala nyeri kepala yang terjadi akibat adanya kondisi atau penyakit lain yang menstimulasi atau merangsang saraf peka nyeri di kepala. Berbagai macam kondisi yang berbeda dapat menyebabkan nyeri kepala sekunder, mulai dari yang ringan (minor) sampai dengan yang berat/serius (mayor).

Penyebab-penyebab minor antara lain: influenza, gangguan pada sinus (sinusitis), gangguan pada gigi, dehidrasi, serangan panik, atau penggunaan obat anti-nyeri yang berlebihan. Penyebab-penyebab mayor antara lain: glaukoma, cedera kepala, infeksi selaput otak, stroke, atau tumor otak.

Baca juga: Kapan Sakit Kepala Harus Diperiksakan ke Dokter?

Penyebab nyeri kepala sekunder yang serius biasanya ditandai dengan gejala nyeri kepala yang dirasakan terus memberat (progresif) dan semakin sering, disertai pandangan kabur dan muntah, tidak membaik dengan obat nyeri kepala biasa, disertai perubahan kesadaran (misal: disorientasi, bingung), demam, dan adanya defisit saraf (misal: gangguan motorik dan/atau gangguan sensoris/sensibilitas).

Nyeri kepala sekunder yang diduga disebabkan oleh penyebab yang serius seperti ini harus segera dipastikan penyebabnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Khusus terkait pertanyaan nyeri kepala di tengah kening dan di belakang kepala, masih diperlukan beberapa informasi lain dan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis dan penyebabnya.

Sebagai contoh adalah usia pasien, tipe nyeri yang dirasakan (misalnya, berdenyut, tegang, tumpul, seperti terikat), kapan nyeri dirasakan, nyeri kepala dirasakan seberapa sering dan berapa lama setiap kali muncul, seberapa berat intensitas nyeri-nya, nyeri diperberat atau berkurang oleh kondisi apa saja, dan lain-lain.

Baca juga: 5 Tanda Bukan Sakit Kepala Biasa

Nyeri kepala yang dirasakan di kening dan belakang kepala dapat saja terjadi pada nyeri kepala primer jenis sakit kepala tegang (tension type headache). Namun demikian, beberapa jenis nyeri kepala lain juga dapat dirasakan di kepala bagian depan, misalnya sinusitis.

Nyeri kepala di belakang kepala dapat juga dirasakan pada beberapa nyeri kepala tipe lain, misalnya migrain atau nyeri kepala sekunder.

Oleh karena itu, sebaiknya Bonita melakukan konsultasi ke dokter spesialis saraf untuk mengetahui diagnosis dan penatalaksanaannya.

Semoga bermanfaat ya!

dr. Gea Pandhita, Sp. S
Dokter Spesialis Saraf
RS Pondok Indah – Bintaro Jaya

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.