Kompas.com - 14/12/2018, 19:01 WIB
Foto Corona Matahari dari dekat diambil oleh robot penyelidik Parker milik NASA Foto Corona Matahari dari dekat diambil oleh robot penyelidik Parker milik NASA

KOMPAS.com -Wahana penjelajah Matahari milik Badan Antariksa AS (NASA), Parker Solar Probe, baru saja menyelesaikan misi pertamanya mendekati sang Surya pada 11 November lalu. Parker berhasil mengumpulkan banyak data mengenai cara kerja bintang kita itu.

Data dari Parker, baru saja diterima oleh stasiun NASA di Bumi. Hanya saja, untuk menganalisisnya, para ilmuwan perlu waktu.

Sementara menunggu hasil analisis para ilmuwan, Parker juga menyuguhkan hal tak terduga lainnya. Ia berhasil mengabadikan gambar Matahari dari jarak yang sangat dekat.

Gambar ini diambil oleh instrumen Wide-field Imager for Solar probe (WISPR) dari pesawat antariksa Parker. Foto tersebut menunjukkan steamer koronal atau helmet steamer.

Helmet steamer sendiri adalah putaran gas koronal bermuatan listrik dan plasma yang menghubungkan dua wilayah dengan polaritas berlawanan di Matahari. Bagian ini sering terlihat memanjang karena angin Matahari.

Baca juga: China Bikin Matahari Buatan, Suhunya 6 Kali Sang Surya

Biasanya, kita melihat bagian ini seperti lidah api yang mengelilingi Matahari.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kini, Parker telah mendapatkan perspektif berbeda yang jauh lebih rinci dari struktur steamer itu. Dalam gambar itu, kita bisa melihat setidaknya dua sinar.

Tak hanya itu, foto ini juga menyajikan sebuah titik terang dan beberapa titik hitam.

Melansir dari Science Alert, Jumat (14/12/2018), titik terang tersebut adalah planet Merkurius. Sedangkan titik hitam yang terlihat adalah artefak dari koreksi latar belakang.

Sayangnya, NASA tidak memberi tahu berapa suhu saat Parker mengabadikan momen tersebut. Tapi, untuk diketahui, robot penyelidik ini dilegkapi pelindung panas canggih yang mampu mengatasi suhu hingga 1.370 derajat Celcius.

Misi kedua Parker dijadwalkan akan dimulai kembali pafa 4 April 2019 mendatang. Sebelum itu, para ilmuwan masih punya banyak tugas untuk menganalisis data dari robot penyelidik tersebut.

"Kami tidak tahu apa yang diharapkan dari begitu dekatnya dengan Matahari sampai kami mendapatkan data, dan kami mungkin akan melihat sebuah fenomena baru," ungkap Nour Raouafi, salah satu ilmuwan proyek Parker ini.

"Parker adalah misi eksplorasi dengan potensi penemuan baru yang sangat besar," imbuhnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Kenapa Komodo Hanya Hidup di Indonesia?

Oh Begitu
Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Apa Itu Sarkoma Jantung, Kanker yang Diidap Virgil Abloh Sebelum Meninggal Dunia?

Oh Begitu
Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Varian Baru Omicron 500 Persen Lebih Menular, Perhatikan 6 Hal Ini Sebelum Bepergian Saat Nataru

Oh Begitu
Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Akibat Es Laut Arktik Mencair, Beruang Kutub Kejar dan Mangsa Rusa

Fenomena
Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Ameer Azzikra Meninggal karena Pneumonia, Begini Kaitan Pneumonia dan Infeksi Ginjal

Oh Begitu
Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Jejak Dinosaurus di Texas Tampak Aneh, Peneliti Menduga Jejak Kaki Depan Sauropoda

Fenomena
5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

5 Minuman yang Baik untuk Asam Lambung

Kita
Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Ikan Nila Mengandung Mikroplastik, Ikan di Pulau Jawa Tak Layak Dikonsumsi

Fenomena
5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

5 Manfaat Yodium untuk Kesehatan, Penting untuk Wanita Hamil

Kita
Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Ikan di 3 Sungai Besar di Pulau Jawa Terkontaminasi Mikroplastik, Studi Jelaskan

Fenomena
Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Fakta-fakta Tikus Mondok Hidung Bintang, Pemangsa Tercepat di Dunia

Oh Begitu
12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

12 Negara Laporkan Kasus Varian Omicron, dari Italia hingga Australia

Oh Begitu
Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Gunung Kilauea, Gunung Berapi Paling Aktif yang Meletus Setiap Tahun

Oh Begitu
Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Bukan Isap Serbuk Sari, Spesies Lebah Ini Berevolusi Makan Daging

Oh Begitu
Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Ameer Azzikra Meninggal Dunia karena Pneumonia, Begini Cara Mencegah Penyakit Ini

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.