5 Usaha Orang Jawa Kenang Leluhur Saat Hidup di Belanda

Kompas.com - 29/11/2018, 07:32 WIB
Kuliner modifikasi orang Jawa di Belanda. Dalam acara seperti kenduri, slametan, bancaan, dan lain sebagainya, orang Jawa di Belanda tetap menyediakan ingkung dan bakmi. Bedanya, alas ingkung bukan dari daun pisang tapi aluminium foil, dan bakminya terbuat dari spageti. Kuliner modifikasi orang Jawa di Belanda. Dalam acara seperti kenduri, slametan, bancaan, dan lain sebagainya, orang Jawa di Belanda tetap menyediakan ingkung dan bakmi. Bedanya, alas ingkung bukan dari daun pisang tapi aluminium foil, dan bakminya terbuat dari spageti.

Ini juga menjadi cara untuk mengenalkan leluhur kepada para keturunan Jawa-Suriname (yang sudah pada generasi keempat).

2. Piknik ala Jawa di Belanda

Pada saat tertentu, orang Jawa di Belanda akan berkumpul dan melakukan tradisi seperti yang leluhur mereka lakukan.

Tradisi seperti risjtafel (jamuan makan bersama), plezier (jalan-jalan), dan tradisi piknik lainnya.

Salah satu tempat yang biasa digunakan untuk melakukan tradisi ini adalah Pasar Indies Bronbeek yang letaknya ada di sekitar museum Bronbeek, gedung bersejarah yang menyimpan berbagai koleksi peninggalan Jawa-Indies di Belanda.

Di saat seperti ini, keturunan Jawa di Belanda dapat menikmati waktu dengan berbelaja, minum teh, atau sekadar berkumpul dengan komunitas Jawa di Belanda.

Barang yang dijual di pasar pun merupakan pernak-pernik khas Jawa yang susah ditemukan di Eropa.

3. Kuliner modifikasi

Berbeda dengan kuliner di Jawa yang merupakan hasil ekologi tanah Jawa, warisan kuliner di Belanda merupakan bentuk modifikasi makanan Jawa dan Eropa.

Misalnya ada bakmi yang dibuat dari spageti atau ingkung modern yang disajikan di atas aluminium foil, bukan menggunakan alas daun pisang.

4. Merawat kesenian di Benua Biru

Kesenian Jawa dapat membaur dengan budaya masyarakat Belanda di Eropa.

Eksistensi di tanah perantauan tidak lepas dari peran para keturunan Jawa di Belanda yang merawat kesenian leluhur dan mengenalkannya kembali kepada keturunannya maupun masyarakat Belanda dan Eropa.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Antartika Tak Tersentuh Covid-19, Penelitian Musim Panas Ilmuwan Kurangi Personel

Oh Begitu
Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Bukan Palung Mariana, Lubang Terdalam Bumi Dibuat oleh Manusia

Fenomena
Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Sejak 70.000 Tahun Manusia Sudah Gunakan Panah Beracun, Ini Penjelasannya

Fenomena
Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Planet Luar Tata Surya Bumi Super Paling Ekstrem Ternyata Punya Lautan Lava

Fenomena
Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Hutan Hujan Amazon Kena Proyek Pengaspalan, Kerusakan Lingkungan di Depan Mata

Fenomena
Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Gempa Hari Ini: M 5,0 Guncang Sumba Ternyata Sudah 244 Kali Susulan

Fenomena
Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Istri Adalah Orang Lain yang Kebetulan Diurus Suami, Benarkah?

Oh Begitu
Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Ilmuwan di Inggris Kembangkan Vaksin Tiruan untuk Lawan Covid-19

Fenomena
Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Misteri Mahluk Berleher Super Panjang Akhirnya Terungkap, Ini Penjelasannya

Fenomena
Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Ledakan Lebanon, Bagaimana Amonium Nitrat Menghancurkan Kota?

Oh Begitu
Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Sejak 5 Agustus, Rentetan Gempa Sumba Mencapai 112 Kali

Fenomena
Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Rentetan 3 Gempa Guncang Sumba NTT, Begini Analisis BMKG

Fenomena
Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Banyak Hewan Terancam Punah, Kenapa Ilmuwan Pilih Selamatkan Parasit?

Fenomena
Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Mengapa Zebra Punya Garis-garis Hitam Putih di Tubuh? Ini Penjelasan Sains

Oh Begitu
Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Deteksi Kilat Corona, Swab Antigen Lebih Akurat Dibanding Rapid Test

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X