Kompas.com - 27/11/2018, 19:35 WIB
Ilustrasi ginjal ShutterstockIlustrasi ginjal

KOMPAS.com – Sebuah studi internasional yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Manchester telah menemukan gen yang dapat menyebabkan penyakit ginjal kronis.

Penemuan ini merupakan kemajuan besar mengingat faktor gen kurang mendapat perhatian sebagai salah satu penyebab penyakit ginjal kronis. Padahal, jika dibiarkan tanpa terdeteksi, gen tersebut dapat menyebabkan gagal ginjal yang memerlukan tindakan lebih lanjut seperti transplantasi ginjal.

Berdasarkan studi yang diterbitkan pada jurnal Natural Communications ini, setidaknya ada 35 gen yang mempengaruhi 1 dari 10 orang dewasa untuk menderita penyakit ginjal kronis. Dari 35 gen yang mampu menyebabkan penyakit ginjal kronis, satu yang menarik adalah -Mucin-1-.

"Ini membuat protein lengket yang disebut musin yang melapisi saluran kemih di dalam ginjal. Mutasi gen ini telah ditemukan pada keluarga dengan kegagalan ginjal yang diwariskan," jelas Adrian Woolf salah satu peneliti yang juga sebagai konsultan dalam Royal Manchester Children's Hospital seperti yang dikutip dari Eurekalert Rabu (21/11/2018).

Baca juga: Bagaimana Jengkol Bisa Menyebabkan Gagal Ginjal?

Temuan ini muncul setelah para peneliti menerapkan teknologi RNA-seq generasi terbaru pada salah satu koleksi ginjal manusia terbesar yang pernah ada.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Profesor Maciej Tomaszewski, selaku peneliti utama dalam studi ini mengungkapkan bahwa temuan ini bisa menjadi metode baru dalam diagnostis penyakit ginjal kronis.

"Pengetahuan kami yang terbatas tentang mekanisme genetik pastinya menjelaskan mengapa kemajuan dalam pengembangan tes diagnostik baru dan perawatan penyakit ginjal kronis telah sangat lambat,” jelas Tomaszewski.

“Kami berharap agar beberapa gen ginjal yang kami temukan dapat menjadi target yang menarik untuk pengembangan diagnosis dan pengobatan masa depan untuk pasien dengan penyakit ginjal kronis,” imbuh Tomaszewski.

Senada dengan Tomaszewski, Profesor Fadi Charchar dari Federation University Australia berharap agar prediksi awal dengan pengujian genetis menjadi garis pertahanan pertama dalam melawan penyakit ginjal yang nota-bene menjadi salah satu pembunuh utama dunia.

"Deteksi dini diikuti dengan pengobatan pelindung ginjal atau penghindaran obat yang dapat merusak ginjal adalah kunci untuk ginjal yang lebih sehat di kemudian hari," jelas Charchar.

Temuan penelitian ini sangat penting karena membawa masyarakat dunia selangkah lebih dekat dalam memahami, mendiagnosis sebelum terjadi dan mencegah penyakit ginjal.

Dengan adanya temuan ini, anggapan masyarakat yang memandang bahwa penyakit ginjal hanya terjadi akibat dari pola hidup yang tidak sehat seperti merokok, begadang, dan pola makan yang tidak sehat juga bisa terpatahkan.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Eurekalert
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.