Ilmuwan Inggris: 10 Tahun Mendatang Alien Akan Ditemukan

Kompas.com - 22/11/2018, 17:35 WIB
aliencosmin4000 alien

KOMPAS.com - Ilmuwan di Inggris memperkirakan tanda kehidupan alien akan ditemukan oleh manusia dalam 10 hingga 20 tahun mendatang.

David Clements, ilmuwan dari Imperial College London tersebut mengatakan, pengamatan tata surya dan kemajuan teknologi yang terjadi saat ini membuat peluang untuk menemukan kehidupan di luar bumi dalam waktu dekat makin besar.

Hal ini disampaikan Clements dalam penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of British Interplanetary Society. Dalam studinya itu, Clements membahas tentang Fermi Paradox.

Fermi Paradox adalah teka-teki tentang eksistensi alien, bentuk kehidupan lain yang seharusnya melimpah di semesta tapi tak pernah kita temukan.

Untuk mengungkap paradoks tersebut, Clements melihat sejarah kehidupan di Bumi. Dia mempelajari kondisi apa yang dianggap perlu bagi kehidupan untuk ada serta keberadaan planet dan bulan yang berpotensi dihuni di tata surya.

Merunut catatan sejarah, kehidupan di Bumi muncul dalam waktu yang relatif cepat.

Baca juga: Cari Perhatian Alien, Ilmuwan Rencana Tembakkan Laser ke Luar Angkasa

Saat ini, menurut Clements, Bumi yang kita tinggali tidak ramah. Permukaan bumi sebagian besar telah lebur.

Meski begitu, kehidupan ternyata bisa ditemui di beberapa bagian Bumi yang dianggap tidak bisa dtinggali. Misalnya saja, kehidupan yang ditemukan di danau bawah laut bermil-mil di bawah es Antartika.

Clements menyebut, semua yang kita butuhkan untuk hidup adalah keberadaan air dan beberapa bentuk energi.

Tapi ini bukan hal yang hanya ditemui di Bumi saja. Sejumlah benda langit yang memiliki kondisi ini, di antaranya bulan-bulan raksasa Jupiter dan Saturnus.

Artinya, menurut Clements, ada kehidupan lain yang terjadi dengan baik di lokasi-lokasi tersebut.

"(Meski begitu,) kita dibiarkan dengan prospek mengerikan bahwa galaksi mungkin dipenuhi kehidupan, hanya saja semua kecerdasan di dalamnya terkunci di bawah lapisan es yang sulit ditembus, tidak bisa berkomunikasi atau memahami keberadaan alam semesta di luar," tulis Clements dalam studinya dikutip dari Newsweek, Rabu (21/11/2018).

Halaman:



Close Ads X