Kompas.com - 20/11/2018, 12:06 WIB
Kematian pakar ular yang mendokumentasikan kematiannya sendiri Kematian pakar ular yang mendokumentasikan kematiannya sendiri

17.10 - 18.30 Sangat dingin dan gemetar, diikuti demam (suhu tubuh 38.7 derajat Celcius). Pendarahan di mulut mulai sekitar pukul 17.30, sebagian besar pada gusi.

Baca juga: Langka, Kebun Binatang Tampilkan Bagian Tubuh Ular yang Tak Kasat Mata

20.30 Makan dua roti panggang.

21.00 - 12.20 Tidur nyenyak.

12.20 Buang air kencing, yang keluar sebagian besar adalah darah, namun jumlahnya tidak banyak.

04.30 Ambil minum, diikuti dengan mual dan muntah-muntah. Merasa lebih enak dan tidur hingga pukul 06.00.

Menolak Bantuan Medis

Beberapa jam sebelum meninggal dunia, Schmidt ditanya apakah dirinya memerlukan bantuan medis. Namun dia menolak.

Alasannya, dia khawatir obat akan berpengaruh terhadap efek gigitan ular.

Schmidt lebih memilih untuk mencatat secara lengkap semua efek yang dia rasakan. Ini dia lakukan setelah sarapan.

"Tanggal 26 September, pukul 06.23 pagi. Suhu badan 98.2 (36.7 derajat Celcius). Sarapan sereal, telur, roti panggang, saus apel, dan kopi. Kencing setiap tiga jam, namun tidak ada darah. Pendarahan di mulut dan hidung, namun tidak banyak," tulis Schmidt dalam buku harian terakhirnya itu.

Kata terakhir yang dia tulis di buku hariannya adalah, "Sangat banyak."

Pada 13.30, setelah makan siang, Schmidt muntah-muntah dan menelepon istrinya.

Ketika bantuan datang, dia tidak sadar dan tubuhnya basah oleh keringat. Seorang dokter berusaha untuk menyadarkannya namun upaya ini tak berhasil.

Baca juga: Lakukan Perjalanan Beda Benua, Ular Berbisa Ini Tunggangi Pesawat

Schmidt akhirnya dibawa ke rumah sakit.

Pada 15.00 Schmidt dinyatakan meninggal dunia karena "tak bisa bernafas".

Hasil otopsi menunjukkan dia kesulitan bernafas karena pendarahan pada paru-paru.

Disebutkan pula bahwa dia meninggal akibat pendarahan dalam di bagian mata, paru-paru, jantung, dan otak.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.