Kompas.com - 05/11/2018, 19:01 WIB

Eksperimen ini membutuhkan waktu cukup lama, selama beberapa dekade. Selama itu, jaringan hewan disisir untuk mencari tanda-tanda tumor yang dialami tikus etelah dipapari radiasi ponsel selama 9 jam sehari dalam dua tahun.

Hasilnya, mereka menemukan pada tikus jantan yang terpapar radiasi ponsel mengalami insiden tumor jantung yang lebih tinggi dibanding kelompok kontrol.

Namun, pada tikus betina, bukti setiap kanker yang terbentuk digambarkan masih "samar-samar". Artinya, memang ada peningkatan dalam molekul yang berkaitan dengan kanker tapi tidak ada bukti nyata terbentuknya kanker.

Pada Manusia

Jika paparan radiasi ponsel telah terbukti terkait erat dengan tumor pada tikus jantan, lalu bagaimana efeknya pada manusia?

Untuk diketahui, penelitian ini berfokus pada sinyal nirkabel 2G dan 3G, jenis yang banyak digunakan saat penelitian ini dimulai pada sekitar 1990-an.

Namun, pada perkembangannya, ponsel saat ini telah menggunakan teknologi WIFI dan 4G, bahkan mungkin 5G pada 2020 mendatang.

Dilansir dari New York Times, Jumat (02/11/2018), frekuensi gelombang 4G dan 5G jauh lebih tinggi. Meski demikian, para ilmuwan menyebut bahwa gelombang radio ini jauh kurang berhasil menembus tubuh manusia dan tikus.

Untuk menghindari kritik akibat teknologi yang sudah usang, para peneliti berencana melakukan penelitian dengan teknologi yang lebih baru.

Pada penelitian baru itu, ilmuwan akan fokus pada tanda-tanda fisik yang terukur seperti penanda biologi hingga kerusakan DNA.

Baca juga: Begini Cara Ponsel Merusak Kesehatan Mental dan Fisik

Di luar itu, Lembaga Kanker Amerika juga memandang bahwa tidak perlu ada perhatian yang meningkat sehubungan dengan penelitian ini.

"Kasus tumor otak pada manusia tidak meningkat selama 40 tahun terakhir," ujar Otis Brawley, kepala petugas medis Lembaga Kanker Amerika dikutip dari USA Today, Jumat (02/11/2018).

"Itu adalah fakta ilmiah paling penting," tegasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan Video Lainnya >

Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.