Kompas.com - 01/11/2018, 20:15 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menristek Dikti Mohamad Nasir (kiri) dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko (kanan) membuka Indonesia Science Expo di Tangerang, Banten, Kamis (1/11/2018). Presiden mengapresiasi riset dari peneliti muda dan mendorong terobosan baru dari ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.
PUSPA PERWITASARIPresiden Joko Widodo (tengah) didampingi Menristek Dikti Mohamad Nasir (kiri) dan Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Laksana Tri Handoko (kanan) membuka Indonesia Science Expo di Tangerang, Banten, Kamis (1/11/2018). Presiden mengapresiasi riset dari peneliti muda dan mendorong terobosan baru dari ilmu pengetahuan teknologi dan inovasi. ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/wsj.

KOMPAS.com - Indonesia Science Expo (ISE) 2018 resmi dibuka. ISE 2018 merupakan pameran IPTEK terbesar Indonesia yang menjadi ajang peneliti dan penemu Indonesia untuk menampilkan hasil karya, kontribusi, dan inovasi di bidang sains, ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan ISE 2018 kali ini dibuka langsung oleh Presiden Indonesia, Joko Widodo. Dalam pembukaannya, Jokowi menyampaikan bahwa dalam kehidupan global saat ini, banyak kejutan yang terlihat.

"Siapa sangka media terpopuler justru tidak punya redaktur, enggak punya wartawan, namanya Facebook Siapa sangka perusahaan taksi di dunia enggak punya kendaraan (sendiri), namanya Uber. Siapa sangka perusahaan ritel dengan omset tebesar di dunia tidak memiliki toko, yaitu Alibaba," ujar presiden Jokowi dalam pembukaannya.

Artinya, semua keterbatasan yang ada saat ini menjadi tidak relevan dengan adanya IPTEK dan inovasi. Jokowi mengatakan, dalam kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan saat ini, semua hal menjadi sangat mungkin.

Baca juga: Berbatik Hitam, Jokowi Baca Puisi di Our Ocean Conference 2018

Dia pun berkata bahwa dengan tidak adanya keterbatasan yang mengengkang pengetahuan, saat ini adalah kesempatan yang baik bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi diri.

"Perkembangan teknologi tersebut mempengaruhi formasi bisnis. Supermarket jadi menyusut karena adanya belanja sistem online. Inilah peluang untuk anak-anak muda. Bahkan di politik dan pemerintahan juga harus berinovasi," tegasnya saat membuka ISE 2018 yang digelar Kamis (01/11/2018) di ICE BSD Tangerang.

Meski demikian, Jokowi turut menyoroti penyalahgunaan teknologi yang menjamur. Menurut dia, penyalahgunaan teknologi dan ilmu pengetahuan harus dihadang.

"Dalam situasi seperti apa pun, lembaga penelitian menempati peran sentral dalam ekosistemnya untuk menjawab setiap tantangan yang ada," ujarnya.

Kegiatan ISE 2018 direncanakan akan berjalan selama empat hari dimulai dari 01 November hingga 04 November 2018 ke depan. Pagelaran ini akan dibuka untuk umum dan gratis bagi siapapun yang tertarik untuk menyaksikan temuan-temuan dari anak bangsa.

ISE 2018 merupakan salah satu sarana penting untuk membumikan sains dan hasil-hasil riset para peneliti maupun inovator yang ada di Indonesia sehingga masyarakat luas dapat memahami betapa pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.