Kompas.com - 25/10/2018, 20:30 WIB

KOMPAS.com - Pesona Titanic beserta tragedi yang menimpanya seakan tidak pernah hilang hingga sekarang. Banyak ahli yang masih berusaha menguak berbagai misteri dari kapal yang tenggelam di perairan Atlantik Utara yang dingin.

Dan kini seorang miliuner asal Australia, Clive Palmer berambisi untuk 'menghidupkan' kembali romantisme Titanic tersebut.

Melalui bendera perusahaan bernama Blue Star Line, Titanic II dibangun dengan kapasitas ruang yang cukup untuk 2.435 penumpang dan 473 awak serta akan dilengkapi dengan sekoci yang memadai serta jaket pelampung.

Baca juga: Ini Menu Makan Siang Kru Titanic Sebelum Pelayaran Nahas Tersebut

"Blue Star Line akan menciptakan pengalaman Titanic yang otentik, menyediakan penumpang dengan kapal yang memiliki interior dan tata letak kabin yang sama seperti kapal asli. Tetapi memadukan prosedur keselamatan modern, metode navigasi, dan teknologi abad ke-21 untuk menghasilkan tingkat kenyamanan mewah," kata Palmer dalam sebuah acara di London.

Sementara  pelayaran perdanyanya dijadwalkan pada tahun 2022. Rutenya sendiri akan dimulai dari Dubai ke Southampton. Sesampainya di sana, Titanic II akan menelusuri kembali rute yang sama dengan Titanic pertama  menuju ke New York.

Ada juga rencana untuk pelayaran mengelilingi dunia.

Rute asli Titanic sendiri sebenarnya di mulai dari Southampton, Inggris ke New York pada 10 April 1912. Namun pada tanggal 15 April 1912, Titanic menabrak gunung es dan tenggelam di perairan Atlantik Utara yang dingin.

Baca juga: Ternyata Bukan Cuma Es yang Memicu Tenggelamnya Titanic

"Pada tahun 1912 Titanic merupakan kapal impian. dan setelah itu selama lebih dari satu abad kapal tersebut menjadi misteri," kata Palmer.

"Jutaan orang telah memimpikan berlayar, melihatnya di pelabuhan, menikmati kemegahan dari Titanic dan Titanic II akan menjadi kapal yang mewujudkan mimpi itu," tambahnya seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (24/10/2018).

Namun untuk saat belum ada kabar kapan tiket untuk Titanic II akan tersedia termasuk juga berapa harganya.

Proyek pembangunan replika kapal Titanic ini sendiri sebenarnya sudah mulai dilakukan pada tahun 2012 dan dijadwalkan berlayar pada tahun 2016. Namun pembuatan Titanic II pada saat itu tak berjalan baik dan akhirnya mandek.

Baca juga: Kisah Cinta Tragis dalam Titanic Nyata, Liontin Ini Buktinya

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.