Kompas.com - 22/10/2018, 19:09 WIB
Karakter Matt Damon dalam film The Martian Karakter Matt Damon dalam film The Martian

KOMPAS.com – Manusia mempunyai visi untuk dapat menemukan tempat tinggal lain selain Bumi di luar angkasa. Namun selama ini, para ilmuwan kesulitan untuk melakukan studi dalam jangka waktu yang lebih lama karena keterbatasan sumber makanan di luar angkasa.

Namun, solusi dari masalah ini belakangan mulai menjadi jelas.

Jika Anda masih ingat, film Martian (2015) mengisahkan seorang astronot yang berlatar belakang pendidikan pertanian. Dengan keterampilannya, dia berhasil bertahan hidup di Mars dalam waktu lama dengan menanam tumbuhan seperti kentang dan tomat.

Ide ini sebenarnya sudah dipikirkan oleh banyak pihak, baik NASA mau pun pengusaha swasta seperti Jeff Bezos dan Elon Musk.

Baca juga: Tidak Butuh Matahari, Bakteri Ini Mungkin Kunci Kehidupan di Mars

Namun, tanah di bulan atau planet lain tentunya berbeda dengan tanah di Bumi dan dipastikan lebih rendah nutrisinya dibandingkan dengan lahan pertanian kita. Sementara itu, alternatif lain dengan mengangkut tanah dan pupuk yang kaya nutrisi ke luar angkasa akan memakan biaya ekonomi yang tinggi.

Lantas bagaimana caranya?

Untuk mencari solusi dari permasalahan ini, dilansir dari Science Daily, Rabu (17/10/2018), kelompok peneliti yang dipimpin oleh Lorenzo Borghi dari Universitas Zurich dan Marcel Egli dari Universitas Lucerne, berkonsentrasi pada proses mikoriza, hubungan simbiosis antara jamur dan akar tanaman.

Dalam simbiosis ini, hifa jamur akan memasok akar tanaman dengan tambahan air, nitrogen, fosfat, dan unsur jejak dari tanah. Sebagai imbalannya, hifa jamur akan mendapatkan akses ke gula dan lemak yang dihasilkan oleh tanaman.

Baca juga: Robot Curiosity Kirim Foto Selfie dari Mars

Simbiosis ini dirangsang oleh hormon dari strigolakton, yang sebagian besar oleh tumbuhan dibuang ke dalam tanah di sekitar akar mereka.

Proses mikorisasi ini dapat meningkatkan pertumbuhan tanaman dan dengan demikian secara substansial meningkatkan hasilnya, terutama di tanah yang rendah nutrisi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Mengenal Lokasi, Karakteristik, dan Jenis Sesar Semangko

Fenomena
Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Tidak Semua Kasus Dites Whole Genome Sequencing, Seberapa Efektif PCR-SGTF Deteksi Omicron?

Oh Begitu
Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Putri Nurul Arifin Meninggal Dunia karena Henti Jantung, Apa Saja Penyebab dan Gejalanya?

Kita
Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Suara Asing Membuat Otak Tetap Aktif Saat Kita Tidur, Studi Jelaskan

Oh Begitu
WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

WHO: Eropa Mungkin Bisa Menuju Akhir Pandemi Covid-19

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Kakek Tewas Dikeroyok karena Diteriaki Maling, Mengapa Orang Main Hakim Sendiri?

Oh Begitu
Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kakek Tewas Dikeroyok, Sosiolog : Main Hakim Sendiri jadi Momen Penyaluran Kekesalan Individu

Kita
Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Kerangkeng di Rumah Bupati Langkat Disebut untuk Rehabilitasi Pecandu Narkoba, Sudah Tepatkah Metode Ini?

Fenomena
Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Super Immunity Covid-19, Kombinasi Antibodi Pasca-Infeksi dan Vaksinasi

Oh Begitu
95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

95 Juta Tahun Lalu, Kepiting Kuno Punya Mata Besar dengan Penglihatan Sangat Tajam

Oh Begitu
Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Pasien Omicron di Jabodetabek Bisa Dapat Pelayanan dan Obat Covid-19 Gratis, Ini Syaratnya

Oh Begitu
Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Skenario Terburuk Gempa Banten yang Mengancam Wilayah Jakarta

Oh Begitu
Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Prediksi Ahli soal Covid-19 di Tahun 2022 Setelah Gelombang Infeksi Omicron

Oh Begitu
Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Gejala Mirip Flu, Kapan Seseorang Harus Melakukan Pemeriksaan Covid-19?

Oh Begitu
Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Vaksin Booster Pfizer Bertahan Lawan Omicron Selama 4 Bulan, Studi Jelaskan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.