Tidak Butuh Matahari, Bakteri Ini Mungkin Kunci Kehidupan di Mars

Kompas.com - 05/10/2018, 20:03 WIB
Sel sianobakteri (warna merah) yang menempel pada batu PNASSel sianobakteri (warna merah) yang menempel pada batu

KOMPAS.com - Hampir semua makhluk hidup memerlukan sinar matahari untuk mendukung kehidupan mereka. Namun lain ceritanya dengan salah satu cabang bakteri bernama cyanobacteria atau sianobakteria ini.

Tim ilmuwan internasional telah menemukan bukti bahwa sianobakteri ternyata mampu bertahan hidup di bawah tanah yang jauh dari sinar matahari. Meski sebelumnya sianobakteria diketahui memerlukan sinar matahari untuk menyokong kehidupan mereka.

Temuan ini sebenarnya merupakan hal yang tak terduga. Fernando Puente-Sanchez, ahli ekologi mikroba dari National Centre for Biotechnology Spanyol, awalnya mencari jenis bakteri lain ketika melakukan penelitian di Sabuk Pyrite di Spanyol barat daya.

Baca juga: Hati-hati, Bakteri Super Bisa Menempel di Gorden Rumah Sakit

Namun saat memeriksa sampel batuan yang diambil dari lubang bor sedalam 613 meter, ia justru menemukan sianobakteri.

Puente-Sanchez sempat mengira itu suatu kesalahan. Namun analisis sampel membantu tim menentukan bahwa mikroba tidak berasal dari kontaminasi cairan pengeboran atau pengolahan di laboratoraium.

Sianobakteria memang umum ditemukan hampir di seluruh belahan Bumi, termasuk juga di gua-gua yang minim cahaya. Namun, para peneliti tidak menduga jika bakteri ini akan bisa ditemukan di bawah tanah, di mana sinar matahari, air dan nutrisi, langka ditemukan.

"Di padang pasir atau laut, Anda akan menemukan sianobakteri. Habitat terakhir yang belum pernah kita lihat sebelumnya adalah di bawah permukaan tanah," kata Puente-Sanchez.

Meski ditemukan di tempat-tempat ekstrem, sianobakteri biasanya masih bisa mendapatkan sinar matahari. Itulah mengapa para peneliti kali ini keheranan, bagaimana mereka bisa bertahan tanpa cahaya?

Baca juga: Kaya Probiotik, Bakteri Tinja Bayi Bantu Pencernaan Lebih Sehat

Rupanya sebagian besar sianobakteria memakan gas hidrogen untuk mendapatkan energi. Ini dibuktikan dengan kurangnya hidrogen di mana ditemukan banyak sianobakteri.

Gas memang merupakan sumber makanan umum untuk mikroba, apalagi untuk mikroba yang hidup di bawah permukaan tanah.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X