Kasus Ratna Sarumpaet, soal Gampang Dibohongi atau Gampang Percaya?

Kompas.com - 15/10/2018, 11:33 WIB
Aktivis Ratna Sarumpaet saat dibawa ke Polda Metro Jaya, Kamis (4/10/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Aktivis Ratna Sarumpaet saat dibawa ke Polda Metro Jaya, Kamis (4/10/2018).

KOMPAS.com - Dalam pemberitaan sebelumnya yang berjudul, "Kasus Ratna Sarumpaet, Kenapa Orang Pintar Tetap Rentan Dibohongi?", di dalamnya sedikit disinggung manusia pada dasarnya adalah cognitive miser.

Ini merupakan istilah yang merujuk pada sifat manusia di mana cenderung menyukai jalan pintas kognitif dalam menyimpulkan informasi, dan sebaliknya menghindari situasi yang menuntut pemikiran mendalam, analitis, dan reflektif.

Lebih dalam lagi, psikolog Rose Mini menerangkan bahwa cognitive miser dimiliki oleh orang yang cepat mengambil tindakan setelah mendapatkan sebuah informasi tanpa melakukan pengecekan kembali.

Kecenderungan untuk menelan bulat-bulat sebuah informasi ini dapat dilakukan oleh siapa saja. Akan tetapi, intelektual juga berperan saat seseorang melakukan cognite miser atau tidak.

Baca juga: Kasus Ratna Sarumpaet, Kenapa Orang Pintar Tetap Rentan Dibohongi?

Menurut psikolog yang akrab disapa Romi itu, cognitive miser bukanlah sifat dasar yang dimiliki manusia, namun lebih kepada kebiasaan sehari-hari.

"Kalau ada informasi langsung ingin menanggapi atau memberikan solusi, padahal apa yang dipikirkan atau informasinya belum tentu benar," ujar dosen psikologi di Universitas Indonesia itu kepada Kompas.com, Jumat (12/10/2018).

Cognitive miser utamanya muncul ketika informasi atau suatu kabar datang dari wadah yang bisa dipercaya atau seseorang yang memiliki kharisma dan potensi untuk berbicara di publik.

Sebagai contoh, saat ini banyak artis yang diminta untuk memasarkan dan ikut membantu penjualan suatu produk lewat endorsement.

"Ini karena dia (public figure) dipercaya dan (orang lain) tidak memikirkan lagi apa yang dibicarakan itu," imbuhnya.

Hal seperti ini muncul karena biasanya seseorang sudah sangat yakin dengan sumbernya atau memang ingin bereaksi terlebih dahulu tentang isu terkait.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X