Di sisi lain, sinetron itu juga mengomunikasikan azab dengan tidak tepat, seolah-olah Tuhan adalah azab selalu diterima di dunia.
"Azab itu ada 3, di dunia, di kubur, dan di akhirat. Jadi enggak mesti di dunia," katanya. "Kenyataannya azab di dunia itu juga problematis karena tafsirnya subyektif."
Seseorang bisa melihat peristiwa buruk tertentu sebagai azab tetapi orang lain bisa melihatnya sebagai tantangan hidup.
Jika sinetron bertema azab itu terus dibiarkan, dampaknya secara tidak langsung bisa membuat orang dengan mudah mengutuk pihak lain di samping membuat orang salah sangka dengan agama.
"Yang dampak langsung menurut saya adalah membentuk nalar sarkastik. Lebih baik kalau sinetron seperti itu konsepnya pintu tobat. Meski konsepnya vulgar, sederhana, simplistik, tapi lebih edukatif," katanya.
Baca juga: 11 Kutipan Stephen Hawking soal Lubang Hitam, Semesta, dan Kematian
Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.