Seluruh Belahan Selatan Indonesia Panas, BMKG Beberkan Datanya - Kompas.com

Seluruh Belahan Selatan Indonesia Panas, BMKG Beberkan Datanya

Kompas.com - 09/10/2018, 17:54 WIB
Suhu maksimum harian Indonesia pada Selasa (9/10/18) menurut pantauan BMKG.BMKG Suhu maksimum harian Indonesia pada Selasa (9/10/18) menurut pantauan BMKG.

KOMPAS.com - Panas terik tak hanya terjadi di kota-kota besar di Jawa tetapi di seluruh wilayah Indonesia bagian selatan khatulistiwa, terutama Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberkan datanya.

Berdasarkan pemantauan BMKG di 20 stasiun cuaca dan iklim, suhu di berbagai wilayah Indonesia berkisar antara 34 hingga 37,5 derajat Celsius.

Menurut data BMKG tersebut, tampak bahwa suhu di wilayah selatan khatulistiwa tinggi. Misalnya dari pantauan Stasiun Meteorologi Jatiwangi di Majalengka, suhu mencapai 37,4 derajat Celsius.

Sementara itu, di stasiun meteorologi Gewayantana, Nusa Tenggara, suhu mencapai 35,2 derajat Celsius. Di Jakarta sendiri menurut pantauan stasiun meteorologi Kemayoran, suhunya 34,2 derajat Celsius.

Baca juga: Waspada, 4 Tahun Mendatang Suhu Bumi akan Lebih Panas

Meski banyak orang di media sosial mengeluhkan panas luar biasa, dalam pantauan BMKG panas yang dirasakan masih normal.

"Masih dalam kisaran normal suhu maksimum yang pernah terjadi berdasarkan data klimatologis 30 tahun," kata Hary Djatmiko, Kepala Humas BMKG, Senin (9/10/2018).

Hary menerangkan, panas yang dirasakan sebenarnya umum terjadi pada masa pancaroba. Saat ini, Indonesia tengah memasuki awal musim hujan di mana pengumpulan awan hujan sedang aktif.

Panas yang dirasakan sendiri terjadi karena pengaruh dua faktor, yakni posisi matahari dan kelembaban udara. Saat ini, posisi Matahari sedang berada di atas Indonesia sehingga radiasi panasnya lebih banyak diterima.

Aliran massa udara dingin dan kering dari Australia membuat kelembaban udara rendah, kurang dari 60 persen pada ketinggian 3-5 km dari permukaan.

Jadi, panas, gerah, dan terik yang dirasakan bukan hanya faktor suhu semata tetapi juga soal posisi matahari dan kelembaban udara.

Baca juga: Merasa Jakarta dan se-Jawa Panas? Jangan Heran, Ini yang Terjadi




Close Ads X