Jerat Tak Cuma Ancam Harimau, Bisa Musnahkan Semua Satwa di Sumatera

Kompas.com - 28/09/2018, 11:46 WIB
Harimau sumatera betina yang sedang bunting ditemukan mati akibat jeratan di Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (26/9/2018). Si raja hutan ini ditemukan mati tergantung di pinggir jurang dengan tali sling melilit di pinggangnya. Dok. BBKSDA Riau Kompas.com/Idon TanjungHarimau sumatera betina yang sedang bunting ditemukan mati akibat jeratan di Kabupaten Kuansing, Riau, Rabu (26/9/2018). Si raja hutan ini ditemukan mati tergantung di pinggir jurang dengan tali sling melilit di pinggangnya. Dok. BBKSDA Riau

KOMPAS.com – Jerat memang perangkat sederhana tetapi ancaman serius bagi harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae). Kasus matinya harimau yang sedang bunting di kawasan Suaka Margasatwa Rimba Baling, kabupaten Kuansing, Riau adalah buktinya.

Sunarto mengungkapkan, perangkap jerat dapat dipastikan akan membunuh hewan yang terkena jebakannya. Dalam 15 tahun terakhir, terungkap 130 kasus harimau Sumatera terjerat dan semuanya mati.

Jerat juga berbahaya karena tidak memiliki target spesifik. "Jadi satwa apapun yang bukan sasaran bisa jadi korban. Terutama bagi pemburu yang tidak memiliki target buruan dia, jadi apa saja buruannya,” jelasnya.

Dalam kasus kematian harimau sumatera yang bunting kemarin, Sunarto mengungkapkan bahwa jeratnya unik dan sudah hasil modifikasi.Biasanya jerat hanya mengincar kaki tetapi dalam kasus kemarin jerat melingkar di perut.

“Saya amati ini jerat sepertinya terbuat dari sling atau metal tipis tapi kuat. Kelihatan dari video, sling melingkar di perut. Sulit sekali memotongnya. Ini biasa digunakan pemburu dan biasanya terbuat dari tali rem atau tali kopling,” ujar Sunarto.

Baca juga: Dalam 15 Tahun, 130 Harimau Sumatera Terjerat dan Semuanya Mati

Jerat sudah terbukti mengurangi populasi satwa liar. Di Vietnam, Laos, dan Kamboja, hutan penuh dengan jerat sehingga minim satwa liar. harimau bahkan sudah punah di ketiga wilayah itu.

"Sumatera bisa mengalami hal serupa, kita akan kehilangan penurunan populasi di banyak tempat. Kalau ini dibiarkan terus kita bisa hilang satwa besar kita di Sumatera,” jelasnya saat dihubungi Kompas.com, Kamis (27/9/2018).

Sunarto menyarankan, perlu adanya komitmen yang lebih kuat dari banyak pihak untuk terus konsisten dalam menjaga populasi harimau Sumatera yang saat ini jumlahnya hanya ratusan di Sumatera.

“Kematian ini pukulan telak untuk kita, untuk semua pihak yang berupaya untuk melestarikan satwa ini. Setiap individu harimau Sumatera itu jadi sangat berharga untuk dipertahankan<" ungkapnya.

"Apalagi ini inidividu yang siap menghasilkan keturunan yang perkirannya dalam dua minggu lagi itu akan lahir, dan dapat mendukung upaya peningkatan populasi yang sedang dijalankan pemerintah dan berbagai pihak."

Baca juga: Harimau Sumatera Terus Menerus Jadi Korban, Bagaimana Melindunginya?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X