Kompas.com - 27/09/2018, 19:44 WIB

KOMPAS.com – Penyakit jantung merupakan penyakit tidak menular yang paling mematikan di dunia dan Indonesia. Penyakit ini bahkan mengalahkan diabetes melitus dan TBC dalam jumlah korban yang ditelannya.

Budi Harjono selaku Associate Director PT Novell Pharmaceutical Laboratories menyampaikan dalam acara paparan hasil uji klinis Nutrafor Chol, Kamis (27/9/2018) bahwa 31 persen atau sekitar 17, 5 juta dari 56,5 juta kematian di dunia disebabkan oleh penyakit jantung.

Lalu, bagaimana kita bisa mencegah penyakit jantung?

Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita perlu mengetahui terlebih dahulu faktor risiko dari penyakit jantung

Baca juga: Minimal Invasive, Solusi Penyakit Jantung dan Urologi Tanpa Operasi

Dokter Nafrialdi, PhD, SpPD, SpFK, seorang ahli dari Clinical Research Supporting Unit (CRSU) – Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia yang ditemui di acara yang sama berkata bahwa kadar kolesterol darah yang tinggi, terutama lipoprotein densisitas rendah (LDL), merupakan salah satu faktor risiko major terjadinya penyakit jantung koroner.

Pasalnya, ketika kadar kolesterol di dalam pembuluh darah yang tinggi teroksidasi, kolesterol mengeras dan menjadi plak yang bisa menyumbat.

Selain itu, trigliserida juga harus diperhatikan. Walaupun tidak melekat ke pembuluh darah atau mengambang, pada kadar tinggi, zat ini bisa membuat darah menjadi kental.

Untuk mencegah kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi, Nafrialdi menyarankan untuk mengatur pola makan dan berolahraga.

Baca juga: Kerutan di Dahi Bisa Jadi Tanda Adanya Penyakit Jantung

Makanan-makanan yang berkarbohidrat tinggi dan berlemak sebaiknya dihindari, sementara konsumsi sayur dan buah-buahan perlu ditingkatkan.

Untuk olahraga, Nafrialdi berkata bahwa tidak ada batasan bagi masyarakat yang muda dan sehat. Namun, orang-orang yang lebih tua harus memilih olahraga yang lebih sesuai, misalnya yang tidak merusak lutut. “Minimal jalan kaki dua sampai tiga kali seminggu,” katanya.

Akan tetapi, Nafrialdi juga mengakui bahwa 60-70 persen kolesterol LDL diproduksi di dalam tubuh kita sendiri, tidak seperti trigliserida yang banyak dipengaruhi oleh makanan. Oleh sebab itu, terkadang ada orang-orang yang meskipun sudah menjaga pola makan dan berolahraga masih mengalami kolesterol tinggi.

Di sinilah pentingnya menggunakan terapi obat bergolongan statin. Walaupun tidak berpengaruh pada trigliserida, penelitian membuktikan bahwa obat bergolongan statin efektif dalam menurunkan kadar kolesterol.

Baca juga: Studi: Semakin Banyak Pemain Sepak Bola Sekarat karena Masalah Jantung

“Tapi yang namanya obat, ada sebagian orang yang tidak cocok dan mengalami efek samping, seperti nyeri otot dan gangguan fungsi liver. Ini bisa jadi menganggu,” kata Nafrialdi.

Oleh karena itulah, para peneliti terus berlomba-lomba mencari alternatif. Salah satunya dengan suplemen herbal, seperti Nutrafor Chol yang telah diuji klinis oleh CRSU terhadap 49 subyek selama empat minggu dan ditemukan efektif menurunkan kadar kolesterol.

Nafrialdi berkata bahwa suplemen yang telah didaftarkan ke BPOM sudah dicek keamanannya dan dapat dibeli tanpa perlu resep dokter, sehingga keputusan untuk mengonsumsinya maupun menghentikannya diserahkan kepada pasien sendiri.

“Suplemen kan tidak ketat, mau stop silahkan, mau terus silahkan. Pertimbangan kita kalau sudah baik apakah perlu keluar biaya lagi. Kalau suplemen bisa distop, tetapi kalau (obat) statin biasanya diteruskan karena penyakitnya bisa terjadi lagi, terutama kalau pernah terkena serangan jantung atau mengidap diabetes,” katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

5 Minyak Terbaik untuk Kesehatan, Salah Satunya Minyak Zaitun

Oh Begitu
Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Ikan Pari Manta, Ikan Pari Terbesar di Dunia yang Terancam Punah

Oh Begitu
Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Studi Ungkap Sebelum Dikorbankan untuk Persembahan Dewa, Anak Suku Inca Diberi Obat Halusinasi

Oh Begitu
Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Perubahan Iklim Bikin Jam Tidur Terganggu, Kok Bisa?

Fenomena
CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

CDC Ungkap Bukti Infeksi Adenovirus Sebabkan Hepatitis Akut Misterius pada Anak

Oh Begitu
Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Mengidolakan Berlebih, Bisa Jadi Tanda Hubungan Parasosial

Kita
5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

5 Penyakit Ginjal yang Paling Umum, Salah Satunya Batu Ginjal

Kita
6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

6 Cara Mencegah Kanker Usus seperti yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal Dunia

Kita
5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

5 Kebiasaan Makan yang Melemahkan Sistem Kekebalan Tubuh

Kita
Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Daur Ulang Limbah Kayu Hasilkan Material Lebih Kuat dari Baja

Oh Begitu
Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Gejala Virus Hendra pada Manusia dan Cara Mencegahnya

Kita
Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Dikenal Punya Sengatan Berbisa, Bagaimana Kalajengking Kawin?

Oh Begitu
7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

7 Gejala Cacar Monyet dan Perbedaannya dengan Gejala Cacar

Oh Begitu
Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Ketahui Penyebab dan Faktor Risiko Kanker Usus, Penyakit yang Diidap Achmad Yurianto Sebelum Meninggal

Kita
Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Perkuat Informasi Maritim di Perairan Indonesia, BMKG Lepaskan Drifter dan Floats di Selat Makassar

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.