Dibanding Sebelumnya, Orang di Seluruh Dunia Lebih Sedih dan Tertekan - Kompas.com

Dibanding Sebelumnya, Orang di Seluruh Dunia Lebih Sedih dan Tertekan

Kompas.com - 13/09/2018, 12:54 WIB
Ilustrasi stres dan gangguan kecemasantuaindeed Ilustrasi stres dan gangguan kecemasan

KOMPAS.com - Belum lama ini perusahaan analitik Gallup mengeluarkan hasil survei terkait emosi manusia di seluruh dunia.

Survei itu menunjukkan, emosi negatif yang meliputi stres, sedih, dan khawatir meningkat pesat dan mencapai rekor tertinggi di tahun 2017.

Sebaliknya, emosi positif pada tahun 2017 sedikit mengalami penurunan di banding tahun sebelumnya.

Baca juga: Emosi Anak Terlalu Sensitif, Para Orangtua Wajib Waspada

Emosi negatif

Dalam survei ini, para peneliti mewawancarai lebih dari 154.000 orang dari 147 negara sepanjang 2017.

Salah satu pertanyaan yang diajukan adalah apakah mereka memiliki pengalaman emosi positif atau negatif di hari sebelumnya.

Untuk pengalaman positif bisa berupa cukup istirahat, diperlakukan dengan hormat, tersenyum dan tertawa. Untuk pengalaman negatif, mereka ditanya apakah merasa khawatir, sedih, stres, marah, atau mengalami sakit fisik.

Peneliti Gallup kemudian menggunakan jawaban tersebut untuk menciptakan nilai indeks dari pengalaman positif dan negatif untuk setiap negara dan secara global. Batas skornya adalah 100.

Dari nilai indeks, dapat dibaca bahwa secara global nilai pengalaman negatif 30. Ini adalah angka emosi negatif tertinggi yang diukur Gallup sejak 2006. Sebagai perbandingan, di tahun 2016 nilai pengalaman negatif secara global 28, dan pada 2006 nilainya 24.

"Secara global, manusia lebih tertekan, khawatir, sedih, dan kesakitan hari ini daripada sebelumnya," kata Mohamed Younis, managing director Gallup dilansir Live Science, Rabu (12/9/2018).

Di negara tertentu, skor pengalaman negatif yang tinggi disebabkan oleh adanya perang atau bencana pada 2017.

Negara dengan skor pengalaman negatif tertinggi adalah Republik Afrika Tengah (CAR), yakni 61. Saat itu, di sana terjadi pertempuran antara kelompok bersenjata.

Setelah CAR, ada Irak dengan skor 59, Sudan Selatan dengan skor 55, dan Chad dengan skor 54 yang mengikuti.

Baca juga: Bersyukur Membuat Orang Lebih Bahagia, Sains Membuktikannya

Emosi positif

Skor global untuk pengalaman positif pada 2017 adalah 69 dari 100. Angka ini turun sedikit dari tahun 2016 yang menempati skor 70 dan tahun 2015 yang skornya 71.

Pada tingkat negara, Paraguay dinobatkan sebagai negara paling bahagia dengan nilai 85, diikuti Kolombia, El Salvador, dan Guatemala yang semuanya mencatat skor 82.

"Negara-negara Amerika Latin cenderung mendominasi sebagai negara paling bahagia. Hal ini mungkin karena budaya di wilayah tersebut fokus pada hal-hal positif dalam hidup," kata Gallup.

Sekitar 82 persen orang Amerika mengatakan mereka selalu tersenyum dan tertawa sehari sebelumnya, dan 92 persen berkata mereka diperlakukan dengan hormat dan semestinya.

"Terlepas suatu negara menempati Indeks Pengalaman Positif atau Negatif, semua pemimpin dan pejabat negara harus memantau emosi warganya. Hal ini tidak hanya untuk saat ini, tapi juga untuk generasi mendatang agar dapat menjalani kehidupan yang lebih baik daripada sebelumnya," tegas Younis.



Close Ads X