Siklon Tropis Mangkhut Hampiri Timur Indonesia, Ini Dampaknya

Kompas.com - 12/09/2018, 15:43 WIB
BMKG memperingatkan soal siklon tropis Mangkhut yang melanda wilayah timur Indonesia meliputi sebelah utara Sulawesi, sebelah utara Maluku, dan sebelah utara Papua Barat. BMKG memperingatkan soal siklon tropis Mangkhut yang melanda wilayah timur Indonesia meliputi sebelah utara Sulawesi, sebelah utara Maluku, dan sebelah utara Papua Barat.

KOMPAS.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG) beri peringatan dini adanya Siklon Tropis Mangkhut yang akan menghampiri Indonesia.

Berdasarkan analisis Rabu (12/09/2018) pukul 7.00 WIB, posisi Siklon Tropis Mangkhut saat ini berada di sebelah utara Papua, atau sekitar 1.660 kilometer sebelah utara Manokwari dan bergerak dengan kecepatan 23 kilometer per jam menjauhi wilayah Indonesia.

Untuk prakiraan 24 jam hingga Kamis (13/9/2018) pukul 7.00 WIB, siklon tropis Mangkhut akan berada di samudra Pasifik tepatnya 1.730 km sebelah utara Biak. Kekuatan siklon tropis diperkirakan akan sama seperti hari ini, yakni 110 knot (205 kilometer per jam). Siklon tropis bergerak dengan kecepatan 23 kilometer per jam ke arah Barat-Barat Laut, menjauhi wilayah Indonesia.

Hadirnya siklon tropis Mangkhut juga akan memberi dampak terhadap cuaca di Indonesia, khususnya gelombang tinggi di wilayah timur Indonesia.

Baca juga: Siklon Tropis Muncul di Dekat Indonesia, Tidak Berpengaruh bagi Cuaca

Diperkirakan, gelombang laut dengan ketinggian 2,5 hingga 4 meter akan melanda perairan utara kepulauan Talaud, Samudra Pasifik utara Halamahera, hingga Papua Barat.

Selain itu, gelombang dengan ketinggian 1,25 hingga 2,5 meter juga akan muncul di perairan Kepulauan Sangihe, Laut Halmahera, Perairan Biak, Perairan bara pulau Misol, Perairan selatan Kepulauan Kei-Aru, Laut Arafuru bagian tengah dan timur, hingga perairan barat Yos Sudarso.

Gelombang tinggi ini diperkirakan akan berlangsung sampai tanggal 14 September 2018.

Sebab itu, KabagHumas BMKG Hary Djatmiko memperingatkan bagi para nelayan di wilayah tersebut untuk berhati-hati saat melaut.

"Jadi kalau terkait melaut, kalau dia tidak mendekati wilayah Filipina, itu tidak masalah, masih nyaman. Namun biasanya, terkait boleh berlayar atau tidaknya, rekomendasi dari dirjen perhubungan laut," ujar Hary, saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu (12/09/2018).

Baca juga: Musim Kemarau Meluas, BMKG: Waspada Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan

Hary menambahkan, ada beberapa wilayah yang perlu mendapat perhatian.

"Untuk wilayah Papua tidak semuanya berbahaya. Untuk wilayah Papua Barat yang kepala burung, perairan utara Maluku, dan utara Sulawesi perlu kewaspadaan karena tinggi gelombang di atas 2,5 meter di sekitar perairan,” tambahnya.

Hary mengatakan, melihat kondisi hari ini, ketinggian gelombang di wilayah yang sudah disebutkan di atas ada yang sudah mencapai tiga meter.

Mengingat siklon tropis Mangkhut bergerak ke arah Filipina, maka nelayan di wilayah timur Indonesia disarankan untuk berhati-hati dan menghindari melaut ke arah Filipina.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Rahasia Alam Semesta: Seberapa Besar Alam Semesta ini?

Oh Begitu
Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Sering Tidak Terdiagnosis, Kenali Penyakit Autoimun Sjogren's Syndrome

Oh Begitu
Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Seri Baru Jadi Ortu: Bayi Pilek, Bagaimana Cara Sedot Ingusnya?

Oh Begitu
Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Diabetes Penyakit Turunan, Mungkinkah Bisa Dicegah?

Oh Begitu
Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Penyakit Baru di China Menghantui di Tengah Pandemi Covid-19, Apa Itu Virus Tick Borne?

Fenomena
Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Studi Temukan, OTG Corona Sama Menularnya dengan yang Bergejala

Oh Begitu
Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Obesitas di Amerika Serikat bisa Turunkan Efektivitas Vaksin Covid-19

Fenomena
Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Unika Atma Jaya Jakarta Resmikan Laboratorium Covid-19 Aman Lingkungan

Oh Begitu
AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

AI Bisa Jadi Alat Transformasi Sampah Menjadi Produks Bernilai Seni, Kok Bisa?

Oh Begitu
Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Waspada, Penderita Diabetes Pengidap Covid-19 Lebih Banyak Meninggal

Oh Begitu
Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Penciptaan AI Juga Butuh Etika, Apa Maksudnya? Ini Penjelasan Ahli

Oh Begitu
Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Mengapa Ahli Ingatkan Waspada Infeksi Covid-19 jika Punya Diabetes?

Oh Begitu
Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Misteri Tubuh Manusia: Kenapa Air Bikin Jari Tangan dan Kaki Keriput?

Kita
Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Studi: Flu Biasa Melatih Sistem Kekebalan Tubuh Mengenali Covid-19

Oh Begitu
Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Ilmuwan Sebut Kotoran Burung Laut Bisa Bernilai Jutaan Dollar, Kok Bisa?

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X