Kompas.com - 07/09/2018, 19:11 WIB
Peneliti berharap mendapatkan DNA dari mumi kuda berusia antara 30,000 -40,000 tahun 
Michil Yakovlev/The Siberian TimesPeneliti berharap mendapatkan DNA dari mumi kuda berusia antara 30,000 -40,000 tahun

KOMPAS.com - Tim ilmuwan di Siberia berharap bisa mengidupkan kembali spesies kuda yang hidup sekitar 40.000 tahun lalu melalui prosedur kloning.

Sementara ini mereka sedang berjuang untuk mendapatkan materi genetik yang mungkin bisa menghasilkan sel-sel hidup yang dapat digunakan untuk mengkloning seekor anak kuda yang telah terawetkan.

Tubuh kuda yang dikenal sebagai Lena Horse atau Equus lenensis tersebut ditemukan pada bulan Agustus dan digali dari lapisan es yang mencair di kawah Batagaika di Yakutia, sebuah wilayah di Rusia bagian timur.

Baca juga: Ingin Hidupkan Mammoth, Rusia Buat Fasilitas Kloning ala Jurassic Park

"Jika kita menemukan satu sel hidup, kita bisa mengkloning kuda purba ini. Kita bisa melipatgandakannya dan mendapatkan embrio sebanyak yang kita butuhkan," kata Woo-Suk Hwang, salah satu ilmuwan yang terlibat dalam analisis mumi kuda purba ini.

Tim menilai akan lebih mudah melakukan kloning pada kuda purba dibandingkan dengan mammoth. Sebab kuda modern bisa berfungsi sebagai induk pengganti untuk embrio yang dikloning.

Sementara itu, kloning pada mammoth lebih rumit. Persoalannya, gajah memang satu keluarga dengan mammoth yang sudah punah, tetapi mereka bukan kerabat dekat. Jadi, mammoth yang dikloning akan menjadi menjadi hibrida gajah-mammoth yang direkayasa secara genetik.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, kloning kuda zaman es ini bisa menjadi langkah menuju kloning mammoth di kemudian hari yang memang sudah direncanakan oleh Hwang.

Baca juga: Kali Pertama Ahli Temukan Bayi Kuda Berusia 40.000, Begini Wujudnya

Meski begitu, beberapa ilmuwan yang tidak terlibat dalam penelitian ini menyangsikan keberhasilan kloning dari mumi kuda.

Pasalnya, kloning hanya dimungkinkan ketika DNA hewan asli utuh, sedangkan mayoritas DNA dalam spesimen zaman es biasanya terdegradasi menjadi puluhan juta keping.

Bisa dibilang, menemukan inti yang tidak rusak dengan genom utuh atau sel beku yang dapat dipulihkan merupakan hal yang sulit

"Jika DNA dari kuda purba tersebut bisa dipulihkan, para ilmuwan mungkin dapat membangun urutan genom dengan membandingkan DNA anak kuda yang telah punah dengan genom kuda hidup," ujar Beth Shapiro, profesor ekologi dan biologi evolusi di University of California, Santa Cruz.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.