Makan Rumput, Inilah Hiu Omnivora Pertama di Dunia

Kompas.com - 06/09/2018, 08:09 WIB
Hiu bonnethead Yinan Chen/WikipediaHiu bonnethead

KOMPAS.com - Di benak Anda dan hampir semua orang, hiu merupakan hewan pemakan daging atau karnivora. Namun, lautan yang penuh dengan kejutan membalikkan anggapan itu.

Para ilmuwan menemukan salah satu hiu yang sebenarnya masuk dalam kategori sebagai hewan omnivora

Hiu tersebut adalah bonnethead (Sphyrna tiburo) yang berukuran relatif kecil dan ditemukan di pesisir Amerika Serikat.

Penelitian menunjukkan bahwa hiu ini adalah flexitarian yang memiliki kemampuan untuk berganti pola makan antara daging dan tanaman.

Sebelumnya selama lebih dari satu dekade, para ilmuwan memang sudah mengetahuI jika hiu bonnethead memang mengonsumsi lamun. Lebih dari 62 persen isi perut mereka menampung tanaman akuatik ini.

Baca juga: Penampakan Langka, Hiu Misterius Raksasa Terlacak Satelit

Namun para ilmuwan berasumsi bahwa hiu-hiu memakan lamun karena faktor ketidaksengajaan saat menyisir perairan dangkal ketika berburu kepiting, cumi-cumi, dan invertebrata kecil lainnya.

Mereka tidak berpikir bahwa hiu tersebut sebenarnya mampu mencerna rumput sebagai makanan.

"Kita berasumsi mereka memakan lamun secara insidental dan (lamun) tidak memberikan nilai gizi pada mereka," kata Samantha Leigh, ahli ekologi dan biologi evolusi di University of California, Irvine, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (5/9/2018).

"Saya ingin melihat berapa banyak diet lamun ini bisa dicerna oleh ikan hiu, karena apa yang dikonsumsi hewan tidak harus sama dengan apa yang dicerna," ujar Leigh.

Untuk mengetahui apakah hiu ini benar-benar omnivora, para ilmuwan menanam lamun dari Florida Bay di laboratorium. Tanaman kemudian diberi tanda kimia yang unik dan mudah diidentifikasi dengan menambahkan isotop karbon spesifik ke air.

Setelah mengumpulkan lima hiu bonnethead, para peneliti menyajikan makanan yang terdiri dari 90 persen lamun dan 10 persen cumi-cumi di laboratorium.

Tiga minggu kemudian semua hiu menjadi gemuk. Namun itu tidak cukup bukti, sehingga para peneliti menjalankan serangkaian tes untuk melihat berapa banyak materi tanaman yang dicerna dan berapa banyak dari itu yang diekskresikan.

Ternyata, setelah melalui serangkaian tes darah, para peneliti menemukan pelacak kimia tingkat tinggi dalam darah dan jaringan hati hiu. Ini menunjukkan bahwa nutrisi lamun memang telah diserap.

Penemuan ini terus terang mengejutkan para ilmuwan.

"Akhirnya kami menentukan jenis enzim pencernan (enzim yang digunakan untuk memecah molekul makanan) yang dimiliki oleh hiu bonnethead," kata Leigh.

"Enzim yang berbeda memecah nutrisi. Pada umumnya, karnivora memiliki tingkat enzim yang untuk memecah serat dan karbohidrat yang rendah. Namun, hiu bonnethead memiliki tingkat yang sangat tinggi dari jenis enzim ini," tambahnya.

Baca juga: The Meg: Bagaimana Ahli Yakin Hiu Raksasa Ini Sudah Punah?

Secara keseluruhan, penelitian ini mengungkapkan bahwa lima hiu bonnethead mencerna lebih dari setengah bahan organik yang ditemukan di lamun.

"Kesimpulannya jelas, hiu bonnethead tidak hanya mengonsumsi lamun dalam jumlah banyak tetapi mereka sebenarnya mampu mencerna dan menyerap nutrisi lamun, membuatnya menjadi omnivora," jelas Leigh.

"Ini adalah spesies hiu pertama yang pernah terbukti memiliki pencernaan omnivora," katanya.

Temuan ini tentunya meruntuhkan asumsi kita tentang diet hiu. Selain itu mereka juga memaksa para ilmuwan untuk mempertimbangkan kembali peran hiu bonnethead di habitat lokal mereka.

Padang rumput lamun adalah ekosistem pesisir yang paling luas di Bumi, menyediakan rumah bagi ribuan ikan dan invertebrata. Sementara pada saat yang sama, menyaring air dan menyerap karbon dioksida berlebih dari atmosfer.

Sekarang kita tahu padang rumput yang berharga ini memiliki predator lain, itu dapat secara drastis mengubah cara para ilmuwan untuk melestarikannya.

"Kami perlu mengevaluasi kembali peran hiu di habitat padang lamun sebagai omnivora yang berkebalikan dengan karnivora," kata Leigh lagi.

Penelitian ini telah diterbitkan dalam Proceedings of the Royal Society B.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X