Kompas.com - 05/09/2018, 20:11 WIB
Roket Long March-4C meluncur dari pusat peluncuran Xichang barat daya membawa satelit Queqiao Magpie Bridge di Xichang, provinsi Sichuan barat daya China pada 21 Mei 2018. Satelit relai komunikasi ini memungkinkan untuk mengirim gambar dari sisi jauh Bulan yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya. Roket Long March-4C meluncur dari pusat peluncuran Xichang barat daya membawa satelit Queqiao Magpie Bridge di Xichang, provinsi Sichuan barat daya China pada 21 Mei 2018. Satelit relai komunikasi ini memungkinkan untuk mengirim gambar dari sisi jauh Bulan yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya.

KOMPAS.com - Apa jadinya jika ada lift yang membawa Anda ke ruang angkasa? Mungkin hal ini tidak mudah dibayangkan.

Namun, inilah yang akan segera diwujudkan Jepang. Ide lift ruang angkasa oleh Jepang ini sendiri telah dimulai sejak 2015 lalu.

Kini, ide tersebut selangkah menuju kenyataan. Para peneliti dari Fakultas Teknik Universitas Shizuoka akan meluncurkan model lift ruang angkasa tersebut ke orbit Bumi.

Peluncuran ini sedianya akan dilakukan pada 11 September 2018 mendatang. Lift tersebut juga masih berbentuk miniatur yaitu dua satelit kubik kecil berukuran sisi 10 sentimeter.

Keduanya akan dihubungkan oleh kabel baja sepanjang 10 meter.

Untuk melengkapinya, sebuah kotak bermotor akan berjalan bolak-balik di sepanjang kabel tersebut, di antara dua satelit. Tak lupa kamera juga akan dipasang untuk memantau kemajuan miniatur ini.

"Ini akan menjadi percobaan pertama di dunia untuk menguji gerakan lift di ruang angkasa," kata salah satu juru bicara tim tersebut dikutip dari AFP, Selasa (04/09/2018).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mimpi membuat lift ruang angkasa ini diusulkan pada 1895 oleh ilmuwan Rusia Konstantin Tsiolkovsky setelah melihat Menara Eiffel di Paris.

Sejak saat itu, berbagai fiksi ilmiah mengadopsi ide ini.

Sayangnya, untuk mewujudkan ide tersebut bukan hal mudah. Banyak tantangan teknis yang terlibat untuk membuat lift ruang angkasa itu.

Tetapi perusahaan konstruksi Jepang Obayashi optimis dengan ide itu. Mereka berkolaborasi dengan Universitas Shizuoka untuk membangun lift ruang angkasa sendiri dan membawa turis pada 2050.

Baca juga: Wahana Antariksa NASA Deteksi “Dinding” di Pinggiran Tata Surya Kita

Perusahaan itu mengatakan bisa menggunakan teknologi carbon nanotube. Teknologi ini membuat bahan yang 20 kali lebih kuat dari baja untuk membangun poros angkat sejauh 96.000 kilometer di atas Bumi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber AFP
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.