Wahana Antariksa NASA Deteksi “Dinding” di Pinggiran Tata Surya Kita

Kompas.com - 18/08/2018, 12:09 WIB
Ilustrasi New Horizons NASA Goddard/YoutubeIlustrasi New Horizons

KOMPAS.com – Ruang angkasa memang penuh dengan misteri. Terbaru, wahana antariksa Badan Antariksa Amerika Serikat ( NASA), New Horizons, menemui sesuatu yang disebut oleh para peneliti sebagai “dinding hidrogen antar bintang”.

New Horizons mendeteksi dinding tersebut ketika instrumen Alice, teleskop ultraviolet dan spektometer, menangkap sumber cahaya ultraviolet dari kejauhan.

Instrumen Alice ini sebetulnya ditujukan untuk mengumpulkan informasi kondisi atmosfer Pluto. Namun, kini para peneliti menggunakan Alice untuk mempelajari pinggiran tata surya.

Dijelaskan dalam Geophysical Research Letters, para peneliti menduga bahwa cahaya ultraviolet yang ditangkap oleh Alice disebarkan oleh sebuah dinding hidrogen yang terbentuk dari pertemuan angin antarbintang dengan angin tata surya kita.

Baca juga: Mimpi NASA Sentuh Matahari Terwujud Lewat Satelit Tercepat Ini

“(Fenomena ini) paling bisa dijelaskan bila cahaya ultraviolet yang diobservasi tidak hanya berasal dari penyebaran cahaya matahari oleh atom hidrogen di tata surya, tetapi juga kontribusi dari sumber yang jauh,” tulis mereka, seperti dilansir dari Popular Mechanics, Senin (13/8/2018).

Akan tetapi, untuk kepastiannya para peneliti perlu melakukan penelitian lebih lanjut. Inilah yang mereka rencanakan, meneliti area yang jauh menggunakan Alice dua kali dalam setahun.

“Kita berasumsi bahwa ada sesuatu yang ekstra di luar sana, sebuah sumber penerangan yang ekstra. Jika kita mendapat kesempatan dengan New Horizons, mungkin kita bisa menangkap gambarnya,” ujar salah satu penulis studi Randy Gladstone dari Southwest Research Institute.

Perlu Anda ketahui, pada tahun 2013, wahana antariksa Voyager 1 akhirnya berhasil menjadi obyek buatan manusia pertama yang mencapai ruang antarbintang setelah terbang selama 40 tahun dan menembus pembatas tata surya kita. Data yang didapatkan oleh Voyager pada saat itu sesuai dengan data yang dikumpulkan oleh Alice.

Alice sendiri akan terus mendekati pinggiran solar sistem dan menyusul Voyager 1 ke ruang bintang pada 2040. Namun sebelum itu terjadi, New Horizons masih harus mengeksplorasi tata surya kita terlebih dahulu, termasuk Ultima Thule yang berada di Sabuk Kuiper.

New Horizons diprediksi akan mencapai Ultima Thule pada tahun baru 2019.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Menjelajahi Waktu ala Lorong Waktu, Mungkinkah Dilakukan oleh Manusia?

Prof Cilik
Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Bagaimana Situasi ODHA di Tengah Pandemi Corona? Ini Hasil Surveinya

Kita
[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

[VIDEO] Tanya Dokter: Benarkah Kalung Eucalyptus Efektif Tangkal Corona?

Oh Begitu
Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Ilmuwan Temukan Petunjuk Sumber Energi Galaksi Bima Sakti

Fenomena
Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Hati-hati Cuaca Ekstrem di Indonesia Masih Berpotensi 3 Hari ke Depan

Fenomena
Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Unik, Tenyata Seekor Gajah Bisa Melahap 150 Kg Pakan dalam Sehari, Kok Bisa?

Fenomena
Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Infeksi Otak Langka dari Amoeba Pemakan Otak Ditemukan di Florida

Oh Begitu
Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Serba-serbi Hewan: Hiu Paus Punya Ribuan Gigi Kecil di Sekitar Mata

Fenomena
CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

CDC China: Virus Flu Babi Baru Tidak akan Jadi Pandemi Secepat Itu, Ini Penjelasannya

Fenomena
Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Dalam 10 Hari di India, 147 Orang Meninggal Dunia Akibat Serangan Petir

Fenomena
Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Kasus Baru Covid-19 di Amerika Serikat Meroket, Tapi Kenapa Kurva Kematian Rata?

Fenomena
239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

239 Ahli Sebut Virus Corona Menyebar di Udara, WHO Sangkal Bukti

Kita
Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Kementan: Roll On dan Inhaler Eucalyptus Sudah Terdaftar Badan POM

Oh Begitu
Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Kalung Aromaterapi Eucalyptus Kementan, Mengapa Belum Diuji Klinis?

Oh Begitu
Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Kementan: Kalung Aromaterapi Bukan Antivirus, tapi Aksesori Kesehatan

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X