Seperti Manusia, Burung Makaw Biru-Kuning akan Tersipu Saat Senang - Kompas.com

Seperti Manusia, Burung Makaw Biru-Kuning akan Tersipu Saat Senang

Kompas.com - 29/08/2018, 19:00 WIB
Perbedaan burung makaw tersipu (kiri) dengan yang tidak (kanan)sci-news.com Perbedaan burung makaw tersipu (kiri) dengan yang tidak (kanan)

KOMPAS.com - Makaw Biru-Kuning (Ara ararauna) ternyata memiliki kemiripan dengan manusia. Mereka juga bisa tersipu ketika mendapatkan respon positif saat berinteraksi.

Temuan ini berdasarkan sebuah studi yang dilakukan oleh ZooParc de Beauval & Beauval Nature dan INRA Centre Val de Loire, Universite de Tours, Prancis.

Mereka menemukan jika Makaw akan mengembangkan bulu-bulu kepala mereka dan pipinya merona sebagai bagian dari komunikasi visual.

Baca juga: Nenek Moyangnya Bersisik, Kenapa Burung Modern Punya Bulu?

"Bagaimana burung menunjukkan tampilan muka dan apakah mereka mengkomunikasikan perasaan mereka adalah pertanyaan yang sangat penting untuk memperdalam pemahaman kita mengenai burung," kata Dr. Aline Bertin, peneliti dari INRA Centre Val de Loire, dilansir Sci News, Kamis (23/8/2018).

Bertin mempelajari spesies asal Amerika Selatan ini ketika mereka saling berinteraksi dengan satu sama lain dan dengan penjaga mereka.

Para penjaga diminta aktif berinteraksi dengan cara berbicara dan mempertahankan kontak mata dengan makaw.

Hasilnya peneliti menilai jika posisi bulu pada ubun-ubun, tengkuk, dan pipi akan mengembang, sementara kulit pipi yang tak tertutup bulu memerah saat interaksi itu terjadi.

Dalam laporan yang dipublikasikan di jurnal PLoS ONE, Rabu, (22/8/2018), bulu burung Makaw tidak akan bereaksi ketika mereka dalam kondisi istirahat atau interaksi sosial.

Semisal saja ketika penjaga tidak aktif berbicara dan justru mengabaikan, mereka akan membalikkan punggung.

Baca juga: Burung Jantan Ini Ciptakan Parfum Pemikat Sebelum Kawin

Peneliti pun menyimpulkan jika perubahan bulu serta kulit ini ada hubungannya dengan interkasi sosial yang positif.

"Meskipun kami masih hati-hati karena sampel terbatas, namun kami berpendapat bahwa perubahan posisi bulu serta variasi warna kulit dapat memberikan indikator perasaan burung," tambah Bertin.

"Harapannya dengan memahami komunikasi visual melalui tampilan warna dan bulu tentunya dapat membantu bagaimana emosi mereka," pungkas Bertin.



Close Ads X