Kelambanan Selamatkan Siput dari Kepunahan

Kompas.com - 25/08/2018, 17:09 WIB
Ilustrasi siput Cablemarder/PixabayIlustrasi siput

KOMPAS.com - Kebanyakan orang akan mengatakan kalau kelambanan merupakan hal yang buruk. Namun, penelitian baru menunjukkan bahwa kelambanan tidak seburuk yang kita kira.

Setidaknya bagi moluska, kelambanan ternyata bisa menjadi mekanisme bertahan hidup mereka dari kepunahan.

Luke Strotz, seorang paleontolog dari University of Kansas bersama timnya menganalisis hampir 300 spesies moluska, termasuk moluska air, siput dan juga keong, yang menghuni Atlantik Barat sejak zaman Pliosen yang dimulai sekitar 5,33 juta tahun yang lalu.

Mereka meneliti tingkat metabolisme spesies atau jumlah energi yang dibutuhkan organisme untuk menjalankan kehidupan setiap harinya.

"Kami bertanya-tanya, bisakah kami melihat kepunahan spesies berdasarkan asupan energi organisme," kata Luke Strotz, peneliti di University of Kansas.

"Ternyata kami menemukan perbedaan untuk spesies moluska yang telah punah selama 5 juta tahun terakhir dan yang masih hidup sampai sekarang," tambah Strotz, seperti dikutip dari Science Alert, Rabu (22/8/2018).

Baca juga: Bertranformasi, Siput Ini Tak Perlu Makan Lagi Saat Dewasa

Menurut dia, mereka yang telah punah cenderung memiliki tingkat metabolisme yang lebih tinggi daripada mereka yang masih hidup hingga sekarang. Mereka yang memiliki metabolisme rendah atau lamban tampaknya lebih mungkin bertahan hidup.

"Mungkin dalam jangka panjang, strategi evolusi terbaik untuk hewan adalah menjadi lamban. Semakin rendah tingkat metabolisme, semakin mungkin spesies akan bertahan hidup," jelas Bruce Lieberman, ahli biologi evolusi.

Peneliti menilai jika studi yang mereka lakukan bisa memiliki implikasi penting untuk memperkirakan spesies mana yang kemungkinan besar akan punah dalam waktu dekat, terutama menghadapi perubahan iklim yang akan datang.

"Meski ada banyak faktor yang berperan, namun ada potensi kepunahan karena metabolisme. Dengan metabolisme yang lebih tinggi, spesies lebih mungkin untuk punah. Jadi ini akan meningkatkan pemahaman kita tentang mekanisme yang mendorong kepunahan dan membantu kita lebih menentukan kemungkinan spesies akan punah," kata Strotz lagi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X