Kompas.com - 22/08/2018, 19:07 WIB
Copper, sebelah kanan, dan Gossamer, dua penguin Gentoo yang ada di akuarium Utah. Copper, sebelah kanan, dan Gossamer, dua penguin Gentoo yang ada di akuarium Utah.

KOMPAS.com – Penguin dikenal sebagai hewan yang monogami atau tinggal dengan satu pasangan seumur hidup dan kawin dengan pasangan yang sama di setiap musim kawin.

Namun, pemandangan tidak biasa tersaji di Loveland Living Planet Aquarium, Utah, Amerika Serikat.

Dari 4500 binatang yang ada di akuarium ini, pengurus akuarium mencurigai tingkah laku dari dua pasang penguin Gentoo, bernama Roto dan Copper; dan Coco dan Gossamer.

Dilansir dari IFL Science, Selasa (21/08/2018), bekerjasama dengan tim peneliti dari Utah Valley University, menguji paternitas atau hubungan kekerabatan antar individu pada penguin Gentoo.

Mereka menguji DNA dari 19 penguin yang berada di akuarium dan menemukan bahwa dua anak Coco sebenarnya berasal dari Roto.

"Para petugas yang mengawasi para penguin memperhatikan bahwa beberapa penguin menunjukkan perilaku yang menunjukkan bahwa mereka mungkin tidak 100 persen setia pada pasangan mereka," ungkap Eric Domyan, penginisiasi studi ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Apa yang kami temukan adalah bahwa dari delapan anak yang diuji, dua dari mereka memiliki ayah biologis yang berbeda dengan ayah sosial mereka," sambungnya.

Ini cukup mengejutkan, mengingat apa yang kita ketahui tentang penguin sebagai makhluk yang setia terhadap pasangannya.

Dengan kata lain, kita boleh mengatakan bahwa Roto dan Coco telah melakukan "perselingkuhan" dari pasangan mereka—Copper dan Gossamer.

Tidak hanya Roto dan Coco, tim peneliti juga menemukan penguin betina lain yang kawin dengan dua pejantan berbeda.

Baca juga: Hubungan Monogami Lebih Baik untuk Kesehatan

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Tulang Kelelawar Vampir Raksasa Ditemukan di Gua Argentina

Oh Begitu
Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Banyak Lansia di Indonesia, IMERI FKUI Luncurkan Modul Healthy Aging

Oh Begitu
Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Epidemiolog: Indonesia Bisa Jadi Negara Terakhir yang Keluar dari Krisis Covid-19

Kita
POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

POPULER SAINS: Penularan Covid-19 Lewat Jenazah Belum Terbukti | Mengubah Persepsi Orang yang Tak Percaya Corona

Oh Begitu
Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Cara Mengobati Sariawan pada Anak

Oh Begitu
Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Apa Itu Kasus Probable Covid-19? Sering Tak Tercatat Dalam Data Kematian

Oh Begitu
Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Kerusakan Hutan Mangrove Indonesia Tertinggi di Dunia, Ini 3 Aspek Penting Rehabilitasi

Oh Begitu
Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Kapal Zaman Mesir Kuno Ditemukan di Laut Mediterania

Fenomena
Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Anak-anak Butuh 7 Gelas Air Per Hari, Ini Dampaknya Jika Kekurangan

Oh Begitu
Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Jangan Lewatkan, Malam Ini Puncak Hujan Meteor Delta Aquarid dan Capricornid

Fenomena
Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Varian Delta Plus Telah Masuk Indonesia, Ini Risikonya Menurut Ahli

Oh Begitu
Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Letusan Gunung Berapi Super, Perlu Banyak Penelitian untuk Memprediksi

Oh Begitu
Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Pemanasan Global Diprediksi Sebabkan Gelombang Panas yang Intens di Asia Tenggara

Fenomena
Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Banyak Hoaks Berkedok Sains Selama Pandemi, Pola Pikir Kritis Bisa Mencegahnya

Kita
Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Infeksi pada Mata Disebut Komplikasi Covid-19 Tak Biasa di Brasil

Fenomena
komentar di artikel lainnya
Close Ads X