Terobosan Baru, Ilmuwan Ciptakan Pembangkit Listrik Bertenaga Bakteri

Kompas.com - 22/08/2018, 10:10 WIB
Choi menciptakan sebuah penyimpan daya berukuran kertas yang dibangkitkan oleh bakteri. Seokheun ChoiChoi menciptakan sebuah penyimpan daya berukuran kertas yang dibangkitkan oleh bakteri.

KOMPAS.com – Sumber daya listrik menjadi hal yang sangat penting sekarang. Sila bercermin pada diri Anda sendiri. Ketika membaca artikel ini, Anda menggunakan energi listrik dari yang disediakan oleh baterai smartphone atau laptop Anda.

Tidak hanya perkotaan, daerah terpencil pun sebenarnya sangat memerlukan energi listrik. Bahkan jika berada pada posisi orang yang tinggal di wilayah terpencil, listrik menjadi suatu hal yang berharga dan istimewa bagi mereka.

Hal ini mungkin yang menginspirasi Seokheun (Sean) Choi, PhD, untuk menciptakan penyimpan daya yang fleksibel, murah, dan tidak biasa.

Seperti dilansir dari Science Daily, Selasa (21/08/2018), Choi membuat sebuah terobosan dengan menciptakan sebuah penyimpan daya berukuran kertas yang dibangkitkan oleh bakteri.

Baca juga: Di Masa Depan, Kertas Kita Akan Terbuat dari Kotoran Hewan

“Kertas memiliki keunggulan unik sebagai bahan untuk biosensor. Ini murah, sekali pakai, fleksibel dan memiliki luas permukaan yang besar. Namun, sensor canggih membutuhkan sumber daya. Baterai komersial terlalu boros dan mahal, dan mereka tidak dapat diintegrasikan ke dalam kertas. Solusi terbaik adalah baterai biologis berbahan baku kertas,” jelas Choi.

Para peneliti sebelumnya telah mengembangkan biosensor berbasis kertas sekali pakai untuk mendiagnosis penyakit dan kondisi kesehatan, serta untuk mendeteksi lingkungan yang terkontaminasi polutan sebagai metode yang murah dan nyaman.

Serupa tapi tak sama, Choi ingin mengembangkan baterai kertas murah yang didukung oleh bakteri dan dapat dengan mudah dimasukkan ke dalam perangkat sekali pakai ini.

Untuk mewujudkan hal ini, Choi dan rekan-rekannya dari State University of New York, Binghamton, mencetak tipis logam dan material lain dengan ukuran yang menyerupai kertas. Langkah selanjutnya, mereka meletakkan exoelectrogens beku di atas bahan-bahan tersebut.

Baca juga: Listrik dari Buah dan Sayur, Bagaimana Prinsipnya?

Exoelectrogens adalah jenis bakteri khusus yang dapat mentransfer elektron di luar sel mereka. Elektron ini dihasilkan ketika bakteri membuat energi untuk diri mereka sendiri yang kemudian dialirkan melewati membran sel.

Dengan cara ini, mereka dapat melakukan kontak dengan elektroda eksternal seperti daya baterai. Untuk mengaktifkan baterai, para peneliti menambahkan air yang dalam beberapa menit, akan menghidupkan kembali bakteri dan menghasilkan cukup elektron untuk menyalakan dioda seperti pada pemancar cahaya dan kalkulator.

Para peneliti juga menyelidiki bagaimana oksigen mempengaruhi kinerja perangkat mereka. Tim menemukan bahwa walaupun oksigen sedikit menurunkan daya listrik, efeknya sangat minim. Ini karena sel-sel bakteri melekat erat pada serat kertas, yang dengan cepat membawa elektron menjauh ke anoda sebelum oksigen dapat menurunkan dayanya.

Saat ini Choi sedang menyiasati untuk dapat meningkatkan kelangsungan hidup dan kinerja dari bakteri tersebut.

"Kinerja daya juga perlu ditingkatkan, sekitar 1.000 kali lipat, untuk sebagian besar aplikasi praktis," kata Choi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Mengenal 2 Ilmuwan Peraih L'Oreal-UNESCO for Women in Science 2020

Kita
Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac 'Aman'

Data Uji Klinis 1 Bulan Tunjukkan Vaksin Covid-19 Sinovac "Aman"

Fenomena
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem 2 Hari Ini, Berikut Daftar Wilayahnya

Fenomena
Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Kasus Covid-19 Global Tembus 60 Juta, Bagaimana Islandia Kendalikan Virus Corona dengan Sains?

Fenomena
Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Jaga Imunitas, 5 Suplemen dan Vitamin untuk Ibu Hamil di Masa Covid-19

Oh Begitu
2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

2 Buku Teori Evolusi Charles Darwin Hilang dari Perpustakaan Cambridge

Oh Begitu
Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Langka, Ahli Temukan Burung Era Dinosaurus dengan Paruh Mirip Sabit

Oh Begitu
Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Jokowi Minta Libur Akhir Tahun Dikurangi, Epidemiolog Sarankan Ini

Oh Begitu
Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Evolusi Virus Bisa Gagalkan Vaksin Covid-19, Ini Cara Menghentikannya

Oh Begitu
Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Masih Sepupu Manusia, Ditemukan Kerangka Manusia Purba Berusia 2 Juta Tahun

Fenomena
Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Gejala Kanker Mulut Mirip Sariawan, Begini Cara Mencegahnya

Kita
Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Lonjakan Kasus Covid-19 Diprediksi Tinggi, Ini Strategi Hadapi Rumah Sakit Penuh

Oh Begitu
Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Mitos atau Fakta: Seledri Tingkatkan Kesehatan Seksual Pria

Kita
Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Studi Baru: Mutasi Tak Membuat Virus Corona Menyebar Lebih Cepat

Oh Begitu
Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Kenali Gejala Infeksi Menular Seksual, dari Gatal hingga Muncul Tumor

Oh Begitu
komentar di artikel lainnya
Close Ads X