Burung Forgmouth di Australia Jalani Transplantasi Bulu, Ini Tujuannya - Kompas.com

Burung Forgmouth di Australia Jalani Transplantasi Bulu, Ini Tujuannya

Kompas.com - 10/08/2018, 17:31 WIB
Kouro, burung frougmouth asal Australia yang melakukan transplantasi bulu untuk sayapnya yang rusak karena tersangkut di pagar berduri. Kouro, burung frougmouth asal Australia yang melakukan transplantasi bulu untuk sayapnya yang rusak karena tersangkut di pagar berduri.


KOMPAS.com - Seekor burung paruh katak atau burung frogmouth kecokelatan yang tinggal di kota Jimboomba, Australia, bernasib sial karena terjebak di kawat berduri.

Burung frogmouth kecokelatan (Podargus strigoides) merupakan spesies burung nokturnal asli Australia.

Burung ini punya mata besar dan tubuh gempal yang kerap disalahartikan sebagai burung hantu. Padahal keduanya merupakan jenis yang berbeda.

Menurut presiden lembaga rehabilitasi reptil di Queensland Anette Bird kepada Australian Geographic, burung malang yang dinamai Kouro itu terjebak di pagar kawat berduri setinggi 1,8 meter.

Baca juga: Metode Transplantasi Kepala Dikembangkan, Mungkinkah Segera Dilakukan?

Bird yakin burung malang itu tersangkut di pagar kawat berduri saat terbang di malam hari.

Setelah Bird mendapat laporan, ia dan timnya bergegas datang ke lokasi untuk melepaskan burung. Namun, mereka harus melakukan cara berisiko untuk melepasnya.

"Saat saya melihatnya, saya sadar burung ini sedang dalam masalah besar. Saya akhirnya  memotong bulu pada sayapnya untuk melepaskannya. Kalau hal itu tidak dilakukan, mungkin hal lebih buruk akan terjadi," ujar Bird yang kemudian membawa burung frogmouth itu ke rumah sakit hewan di Brisbane, seperti dilansir Science Alert, Kamis (9/8/2018).

Meski kehilangan bulu utama di sayap, Kouro masih beruntung.

Tak lama setelah Kouro diselamatkan, Bird mendapat telepon tentang burung frogmouth lain yang kritis.

Belum sempat diselamatkan, burung frogmouth kedua yang didatanginya sudah mati karena mengalami cedera kepala dan sayap parah setelah menabrak mobil yang melaju dengan kecepatan 100 kilometer per jam.

Burung yang mati ini tidak dikubur, namun bagian tubuhnya dimanfaatkan untuk mengobati Kouro.

Prosedur transplantasi sayap dilakukan oleh dokter hewan Hamish Baron. Ia mengaku baru saja pulang dari pelatihan pengobatan dan pemasangan implan bulu burung di Dubai.

"Kouro sangat beruntung karena ia mendapatkan donor dari burung frogmouth lain dengan ukuran dan jenis kelamin yang sama. Kami bisa mencangkokkan bulunya tanpa ada masalah," kata Baron kepada ABC.

Kouro menjalani prosedur transplantasi bulu yang disebut imping, di mana batang bulu pada sayapnya dipotong pendek, kemudian ditempelkan donor bulu untuk mengganti bulu yang rusak, dan disatukan dengan lem.

Kouro sedang menjalani transplantasi bulu yang disebut imping. Kouro sedang menjalani transplantasi bulu yang disebut imping.

Prosedur imping berlangsung selama 45 menit. Baron menuturkan ada enam bulu sayang yang ditransplantasikan.

Baca juga: Kali Pertama, Ilmuwan Lakukan Transplantasi Memori pada Siput Laut

Semua prosedur berjalan lancar dan Kouro sudah bisa terbang lima hari kemudian.

Bila Koura tidak melakukan transplantasi, ia harus hidup tanpa enam bulu di sayap dan tidak bisa terbang sempurna selama enam sampai 12 bulan.

"Ini adalah metode yang sangat ajaib. Sangat luar biasa ketika saya melihatnya terbang," ujar Bird.


Komentar
Close Ads X