TESS, Satelit Pemburu Planet Alien Milik NASA Mulai Beroperasi

Kompas.com - 01/08/2018, 19:03 WIB
Ilustrasi teleskop ruang angkasa NASA, TESS, siap diluncurkan 16 April 2018.
Ilustrasi teleskop ruang angkasa NASA, TESS, siap diluncurkan 16 April 2018.


KOMPAS.com - Satelit Transiting Exoplanet Survey Satellite ( TESS), yang dirancang NASA untuk berburu eksoplanet di dekat matahari sudah mulai beroperasi dan mulai mengumpulkan data sejak Rabu (25/7/2018).

Dalam pengumuman anggota tim instrumen pada Jumat (27/7/2018), Tess akan mengirim data awal ke Bumi pada bulan Agustus. Selanjutnya, TESS akan mengirim data observasi yang baru setiap 13,5 hari.

Selama masa uji coba sejak bulan Mei, TESS telah mengirimkan foto yang menunjukkan 200.000 bintang.

"Saya senang akhirnya TESS sudah mulai menyisir halaman belakang tata surya kita untuk mencari planet baru," kata Paul Hertz, Director of Astrophysics Division NASA dalam pernyataannya dilansir Space.com, Kamis (27/7/2018).

Baca juga: TESS, Satelit Pemburu Planet Alien Milik NASA Sukses Mengangkasa

"Dengan harapan ada lebih banyak planet yang ditemukan, saya sudah membayangkan akan melihat dunia aneh dan fantastis," ungkapnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, TESS diluncurkan pada 18 April 2018 ke orbit sekitar bumi, kemudian menjalani masa uji coba pada Mei.

Dalam waktu dua tahun, diharapkan TESS dapat mempelajari dan mengeksplorasi seluruh langit sekaligus.

TESS adalah penerus teleskop Kepler dan K2 yang telah menemukan hampir dua pertiga dari 3.700-an eksoplanet yang diketahui.

TESS akan memantau bintang-bintang dan mengawasi penurunan cahaya yang mengindikasi ada planet mengorbit di depannya. Tim yang merancang TESS telah mempersiapkan mesin ini dapat mendeteksi sekitar 1.600 eksoplanet baru, termasuk ukuran bumi.

Jika Kepler hanya dapat melihat sepetak kecil bagian tata surya pada satu waktu, maka TESS diprogram agar dapat mengamati segmen 24 derajat dari langit sekaligus. Ini artinya, TESS dapat memburu eksoplanet yang nampak pada 85 persen langit.

Selain itu, TESS juga berperan mencari planet berbatu yang mirip dengan bumi dan mengorbit dekat dengan Matahari.

Baca juga: Mengenal TESS, Teleskop Canggih Terbaru Siap Diluncurkan NASA

Temuan itu nantinya akan ditindaklanjuti dengan menggunakan teleskop raksasa James webb milik NASA yang peluncurannya dijadwalkan 2020.

Teleskop James Webb yang harganya ditaksir mencapai 8,8 miliar dollar AS akan menentukan apakah planet berbatu yang ditemukan TESS dapat dihuni atau tidak.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber SPACE.COM
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X