Kompas.com - 25/07/2018, 20:33 WIB
Ilustrasi wine Thinkstockphotos.comIlustrasi wine

Mereka kemudian menguji kadar cesium-137 pada abu tersebut.

Baca juga: Awan Radioaktif Selimuti Eropa, Adakah Hubungannya dengan Rusia?

Terbang Jauh

Salah satu hal yang jadi pertanyaan dalam temuan ini adalah bagaimana partikel radioaktif itu bisa melintasi setengah Bumi. Apalagi jarak Fukushima dan Calfornia sekitar 8.047 kilometer.

Namun, pertanyaan itu terjawab dari ide awal penelitian ini.

"Insiden Fukushima menghasilkan awan radioaktif yang telah menyeberangi Samudra Pasifik untuk mencapai pantai barat Amerika Serikat. Dan di California Utara, ada Lembah Napa," tulis para peneliti dikutip dari Newsweek, Selasa (24/07/2018).

"Idenya adalah untuk melihat apakah, seperti halnya di Eropa setelah kecelakaan Chernobyl, kita bisa mendeteksi variasi dalam tingkat caesium-137 di anggur ini (di California)," sambung mereka.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Batas Aman

Meski jumlah partikel radioaktif yang ditemukan dalam anggur-anggur tersebut meningkat, tapi masih dalam batas aman.

Artinya, kadar cesium-137 dalam minuman tersebut terlalu erndah untuk berbahaya bagi manusia.

"Tidak ada masalah kesehatan dan keselamatan bagi penduduk California," kata Departemen Kesehatan Publik California dikutip dari New York Times, Jumat (20/07/2018).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.