Kompas.com - 05/07/2018, 19:07 WIB
Seekor hiu paus berenang di samping kantung plastik di Teluk Aden dekat Yemen. Walaupun hiu paus adalah hewan terbesar di lautan, mereka masih terancam oleh sampah kita. THOMAS P. PESCHAK, NATIONAL GEOGRAPHIC CREATIVESeekor hiu paus berenang di samping kantung plastik di Teluk Aden dekat Yemen. Walaupun hiu paus adalah hewan terbesar di lautan, mereka masih terancam oleh sampah kita.

"Masih sulit tapi itu mungkin," tegasnya.

Bugg menjelaskan bahwa hanya ada sedikit organisme yang bisa memecag lignin. Untuk itu, dia dan tim menggunakan materi genetik dari dua strain bakteri untuk mempercepat prosesnya.

"Biasanya bakteri menggunakannya untuk pertumbuhan, dan memecahnya menjadi molekul kecil yang digunakan sebagai makanan untuk tumbuh," ujarnya.

"Jadi kami mempercepat proses itu sehingga meski bakteri masih bisa berkembang tetapi bisa melakukan sesuatu untuk kami pada saat yang sama," sambungnya.

Proses percepatan ini dikarenakan lignin merupakan senyawa yang kompleks.

"Karena lignin itu kompleks, untuk itu dalam menguraikannya Anda akan mendapat campuran yang rumit. Namun, kabar baiknya adalah dengan bakteri ini mereka bisa melakukan semuanya. Kami berharap lima tahun lagi semua akan selesai," tambahnya.

Untuk diketahui, plastik sangat sulit didaur ulang. Hanya 12 persen sampah rumah tangga bisa melalui proses ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sisanya dibakar atau dibuang ke tempat pembuangan sampah.

Padahal, setiap tahunnya, lebih dari 300 juta taon plastik diproduksi secara global. 10 persen di antaranya berakhir di lautan.

Bahkan, kini diperkirakan rasio plastik dan plankton adalah 1:2. Jika terus dibiarkan, jumlah plastik di lautan akan lebih banyak dibandingkan jumlah ikan pada 2050.

Halaman:


Sumber Telegraph
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.